Senin, 16 MARET 2026 • 13:01 WIB

PMI Jakarta Selatan Gerak Cepat Buka Posko Kesehatan Gratis bagi Ratusan Korban Kebakaran di Bintaro

Author

Petugas PMI Jakarta Selatan Melayani Salah Satu Korban Kebakaran di Bintaro (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Musibah kebakaran selalu menyisakan duka mendalam dan trauma psikologis yang tidak mudah dilupakan, terutama ketika melanda kawasan padat penduduk di ibu kota.

Bagi kamu warga DKI Jakarta, ancaman si jago merah sering kali menjadi kekhawatiran nyata yang datang tanpa peringatan.

Tepat pada pertengahan bulan ini, tragedi memilukan tersebut menimpa saudara-saudara kita di Jalan Bintaro Permai, RW 09, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dalam situasi krisis yang mengharuskan ratusan warga mendadak kehilangan tempat tinggal, akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan pokok menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.

Menjawab urgensi dan kepanikan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan langsung bergerak cepat membuka posko layanan kesehatan gratis demi memastikan para penyintas mendapatkan pertolongan medis yang sigap dan memadai.

Baca juga: DLH Kerahkan Ribuan Petugas, Pastikan Jakarta Tetap Bersih Selama Libur Idul Fitri 1447 Hijriah!

Kehadiran tenaga medis di lokasi bencana bukanlah sekadar langkah formalitas, melainkan sebuah kebutuhan vital untuk mencegah memburuknya kondisi para korban pascatragedi.

Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menegaskan bahwa posko kesehatan yang didirikan di lokasi terdampak telah diaktivasi secara penuh oleh para relawan medis yang berdedikasi tinggi.

Langkah taktis ini diambil untuk memastikan bahwa kondisi fisik maupun psikologis para pengungsi tetap terpantau dengan baik, mengingat kehidupan awal di area pengungsian sangat rentan memicu berbagai masalah kesehatan baru akibat kelelahan dan stres.

Pada Senin (16/3/2026), Mundari menyampaikan bahwa sejak hari sebelumnya pihak PMI telah mengambil langkah strategis dengan menginstruksikan Seksi Pelayanan dan Seksi Kesehatan untuk turun langsung merapat ke lokasi. 

Mereka bertugas secara khusus menginventarisasi segala kebutuhan yang sifatnya mendesak dan menjadi prioritas utama bagi warga penyintas.

Melalui pendataan awal yang akurat ini, intervensi medis yang diberikan diharapkan bisa tepat sasaran dan benar-benar menjawab keluhan kesehatan masyarakat di lapangan secara efisien.

Satu hal yang patut diapresiasi dari pergerakan PMI Jakarta Selatan dalam insiden Bintaro ini adalah metode pelayanan proaktif yang mereka terapkan di lapangan.

Mundari menjelaskan bahwa para relawan medis dan petugas terkait tidak hanya duduk diam menunggu pasien datang berobat ke posko kesehatan.

Mereka menerapkan sistem jemput bola yang efektif dengan mendatangi langsung berbagai titik pengungsian.

Hal ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada penyintas kebakaran yang mungkin kesulitan berjalan, lansia, atau mereka yang masih terguncang secara mental sehingga enggan keluar dari tenda.

Lebih dari sekadar memberikan layanan medis, kehadiran PMI di lokasi merupakan wujud nyata kemitraan bersama pemerintah dalam menyalurkan pelayanan kemanusiaan.

Hal ini dibuktikan melalui distribusi logistik yang sangat komprehensif. Berbagai paket bantuan telah disalurkan secara terukur untuk memenuhi kebutuhan krusial harian warga di pengungsian.

Bantuan tersebut meliputi empat puluh paket sembako untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, serta tiga puluh dua paket perlengkapan kebutuhan dasar yang esensial.

Baca juga: Sidak Pangan di Jakarta Pusat: Dari Pasar Senen Hingga Supermarket Terbukti 100 Persen Aman!

Mengingat kelompok rentan seperti bayi sangat membutuhkan perhatian khusus dalam kondisi darurat, PMI juga menyertakan dua karton popok bayi dan sepuluh dus susu formula.

Tidak ketinggalan, pasokan air mineral yang memadai dan beberapa jeriken cairan pembersih lantai juga didistribusikan sebagai langkah preventif untuk menjaga sanitasi serta kebersihan lingkungan pengungsian.

Kehadiran dan ragam bantuan fisik dari PMI ini bersumber dari pemanfaatan dana Bulan Dana PMI 2025, yang kini dengan transparan dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat rentan yang sedang tertimpa musibah.

PMI berkomitmen penuh untuk terus melakukan pemantauan di lokasi serta berkoordinasi dengan pengurus dan pemerintah wilayah setempat hingga masa tanggap darurat secara resmi dinyatakan selesai.

Pendirian posko kesehatan dengan layanan jemput bola ini memegang peranan krusial dalam mitigasi risiko penyakit menular pascabencana.

Seperti yang kita ketahui, kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran biasanya menurun drastis akibat paparan residu asap tebal dan debu sisa material yang hangus.

Kondisi tersebut sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut, terutama bagi warga dengan daya tahan tubuh lemah.

Selain itu, sanitasi di tempat berkumpulnya banyak orang sering kali menjadi tantangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Edukasi hidup bersih yang disisipkan oleh tim medis sangat membantu menekan risiko ini.

Penanganan pascabencana dengan skala kerusakan masif dan korban yang banyak tentu membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang solid.

Sejalan dengan pergerakan cepat PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Jakarta Selatan juga telah mengerahkan sumber dayanya secara maksimal.

Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Sukendar, memaparkan bahwa kebakaran di Bintaro Permai ini berdampak pada sekitar dua ratus jiwa.

Untuk merespons situasi memilukan ini, pihak BPBD langsung mendirikan posko utama yang berfungsi sebagai pusat informasi dan komando, sekaligus mendirikan tenda pengungsian di sekitar lokasi kejadian.

Sukendar menuturkan bahwa pada fase awal, titik pengungsian difokuskan di Gelanggang Olahraga (GOR) sekitar lokasi.

Namun seiring evaluasi kenyamanan, saat ini sebagian warga menempati area Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bintaro 01 dan 02.

Baca juga: DPRD DKI Sebut Sampah di Jakarta Bisa Jadi “Bom Waktu”, Aturan Reward dan Sanksi Siap Diberlakukan bagi Warga

Langkah ini diambil agar penyintas bisa beristirahat di tempat dengan sirkulasi udara lebih layak.

BPBD terus memantau situasi bersama seluruh unsur terkait agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik hingga mereka benar-benar pulih dan bangkit.

Sebagai masyarakat Jakarta yang solid, kepedulian dari berbagai pihak tentu menjadi energi positif bagi para korban.

Mari kita terus dukung langkah nyata pahlawan kemanusiaan di lapangan, sembari berharap musibah serupa dapat terus kita mitigasi bersama ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU