Lukisan Sultan Agung Raja Mataram (Instagram/@kkang773 via Neohistoria)
JAKARTA - Bayangkan jika Mataram Islam, salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, memilih untuk tunduk dan tidak mengangkat senjata melawan kongsi dagang Belanda di Jawa.
Pada kurun waktu 1628 hingga 1629, Sultan Agung Hanyokrokusumo mengerahkan ribuan prajurit terbaiknya dari jantung kerajaan menuju Batavia.
Serangan militer yang dilakukan Sultan Agung bukanlah tindakan impulsif, tetapi sebuah aksi strategis yang diperhitungkan dengan sangat matang.
Namun, apa sebenarnya yang mendorong keputusan berani sang penguasa untuk melancarkan serangan historis tersebut?
Upaya heroik ini ditopang oleh persiapan logistik yang luar biasa, salah satunya melalui pembangunan lumbung-lumbung padi di sepanjang pesisir utara Jawa.
Baca juga: Mengapa Kota Tua Jakarta Disebut Oud Batavia? Ini Fakta Historis yang Wajib Kamu Tahu!
Artikel ini akan mengupas tuntas lima faktor utama yang menyulut murka Sultan Agung hingga beliau membulatkan tekad untuk melumat habis markas besar VOC di Batavia.
Penguasaan sepihak atas rute rempah-rempah oleh VOC kala itu benar-benar melumpuhkan perekonomian Nusantara.
Praktik monopoli perdagangan yang diterapkan oleh kompeni menyebabkan harga komoditas milik petani lokal di berbagai wilayah jajahan merosot tajam.
Kompeni memaksa masyarakat untuk menjual hasil bumi dengan harga yang sangat rendah dan tidak adil.
Kebijakan ini tentu saja sangat merugikan kesejahteraan rakyat Mataram yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor agraris serta perniagaan di pesisir utara.
Kesenjangan ekonomi yang sangat lebar inilah yang kemudian memicu kemarahan pihak keraton terhadap ketamakan para pedagang asing tersebut.
Belanda tampaknya tidak cukup hanya mendominasi pasar domestik, melainkan secara terbuka melakukan blokade di wilayah laut Nusantara.
Dengan keangkuhannya, mereka kerap mencegat sekaligus melarang armada dagang dari Mataram yang berniat menuju pelabuhan internasional di Malaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber