Masjid Jami Annawier di Pekojan, Jakarta Barat (Cun Cun/Wikipedia)
JAKARTA - Jakarta emang nggak pernah kehabisan cerita buat diulik. Di balik deretan kafe kekinian dan gedung pencakar langit yang menjulang, ibu kota sebenarnya menyimpan banyak jejak sejarah masa lalu yang aesthetic abis.
Salah satunya adalah kawasan Pekojan yang terletak di Jakarta Barat. Mungkin belum banyak dari kamu yang tahu kalau tempat ini memegang predikat sebagai kampung Arab pertama di Jakarta.
Melansir dari unggahan menarik di Instagram @kalceur.id dan TikTok @jakartakotakita, Pekojan bukan cuma kawasan permukiman biasa, tapi jadi pusat akulturasi budaya lintas negara yang sangat kaya.
Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, kita breakdown sejarah keren dari perkampungan legendaris ini!
Kalau kamu mengira nama Pekojan langsung berkaitan dengan bangsa Arab, ternyata anggapan itu kurang tepat. Secara etimologi, kata Pekojan sebenarnya berasal dari istilah "Koja" atau "Khoja".
Baca juga: Lepas Atlet ke Pekan Olahraga Tradisional DKI 2026, Wali Kota Jakarta Barat Targetkan Gelar Juara
Pada abad ke-17, sebutan ini digunakan oleh masyarakat lokal Batavia untuk memanggil para pedagang Muslim yang berasal dari kawasan Gujarat, India.
Mereka adalah kelompok pelopor yang pertama kali mendiami dan berniaga di area strategis tersebut.
Lalu, bagaimana ceritanya bisa berubah menjadi perkampungan Arab? Transformasi demografi ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah kolonial Belanda pada masa penjajahan.
Kala itu, pihak Belanda menerapkan aturan zonasi ketat yang mewajibkan para imigran Arab yang datang dari wilayah Hadramaut, Yaman Selatan, untuk menetap secara eksklusif di sana.
Alhasil, kawasan yang berada di Kecamatan Tambora ini perlahan dipenuhi oleh para saudagar Timur Tengah dan hingga kini diakui sebagai cikal bakal permukiman Arab paling awal di Batavia.
Seiring berjalannya waktu, percampuran berbagai etnis di Pekojan menjadikannya bukan cuma kawasan niaga yang sibuk, tapi juga sentra penyebaran agama Islam yang sangat krusial di Jakarta.
Jejak syiar agama ini ditandai oleh berdirinya deretan masjid bersejarah yang bangunannya masih terawat epik sampai sekarang.
Menariknya, masjid di kawasan ini menampilkan desain visual hasil mix and match dari beragam budaya yang pastinya keren banget buat masuk ke feeds media sosialmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @kalceur.id, TikTok @jakartakotakita