Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 17:34 WIB

Mengenal Kerak Telor: Kuliner Legendaris Betawi yang Penuh Filosofi dan Makna Mendalam

Mengenal Kerak Telor: Kuliner Legendaris Betawi yang Penuh Filosofi dan Makna MendalamIlustrasi Penjual Kerak Telor (Dinas Kebudayaan DKI Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan mencicipi sepotong sejarah Jakarta dalam satu gigitan yang renyah dan gurih? 

Di tengah gempuran kuliner kekinian, cafe aesthetic, dan makanan cepat saji yang membanjiri sudut-sudut ibu kota, ada satu makanan tradisional yang pesonanya tak pernah pudar dan selalu mengundang rindu. 

Ya, kita sedang membicarakan Kerak Telor! Bukan sekadar jajanan pinggir jalan biasa, kuliner khas masyarakat Betawi ini menyimpan cerita panjang sejak ratusan tahun lalu di Jakarta.

Saking pentingnya nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya, dilansir dari laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, sajian istimewa ini bahkan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional pada tahun 2014.

Bahan Sederhana yang Menghasilkan Rasa Juara

Apa sebenarnya rahasia di balik kelezatan seporsi Kerak Telor? Penganan otentik ini terbuat dari bahan-bahan yang sebenarnya cukup sederhana namun kaya akan rasa.

Komponen utamanya adalah beras ketan putih yang dipadukan dengan telur (bisa pilih antara telur ayam atau telur bebek), di mana telur bebek biasanya memberikan tekstur yang lebih gurih dan tebal.

Campuran dasar tersebut kemudian diperkaya dengan bumbu-bumbu seperti garam, merica bubuk, dan ebi (udang kering).

Tidak ketinggalan, taburan kelapa muda parut yang disangrai hingga kecokelatan (serundeng) serta bawang goreng menjadi topping wajib.

Gabungan bahan ini memberikan tekstur krispi dan aroma harum yang sangat khas. Menariknya, cara memasak kuliner ini sangatlah unik.

Pedagang menggunakan wajan kecil tanpa minyak goreng. Saat adonan sudah setengah matang, wajan akan dibalik menghadap bara api dari anglo arang, menciptakan kerak yang renyah dengan sentuhan aroma smokey yang menggugah selera.

Baca juga: Mengenal Bubur Ase: Keunikan Sarapan Dingin Betawi & Sejarah Akulturasi Tiga Budaya

Filosofi dan Makna Kerak Telor

Bagi masyarakat Betawi, makanan tidak pernah hanya berurusan dengan rasa kenyang di perut.

Ada filosofi mendalam yang menyertai eksistensi makanan ini. Kerak Telor dimaknai sebagai cerminan sisi kehidupan manusia yang selalu mengalami perubahan lingkungan secara alamiah.

Selain itu, sajian ini juga diyakini sebagai perlambang pergaulan yang harmonis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

BERITA TERBARU

Mengenal Kerak Telor: Kuliner Legendaris Betawi yang Penuh Filosofi dan Makna Mendalam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!