Penetiban Parkir Liar DKI Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Sering ngerasa bete nggak sih kalau lagi buru-buru berangkat ke kampus atau tempat hangout, eh tiba-tiba jalanan macet parah cuma gara-gara rentetan kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan?
Yup, fenomena parkir liar di Jakarta memang selalu sukses jadi biang kerok kemacetan yang bikin mood berantakan.
Makanya, nggak heran kalau belakangan ini Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya melakukan operasi penertiban di berbagai titik rawan ibu kota.
Langkah tegas ini ternyata langsung dapet lampu hijau dan dukungan penuh dari jajaran legislatif.
Namun, di balik sikap tegas aparat dalam membersihkan jalanan kota, ada pesan penting agar nasib para driver ojek online (ojol) yang sedang mencari nafkah tetap diperhatikan dan tidak sekadar digusur.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Fokus Inovasi & Maksimalkan Anggaran Warga
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ), secara terbuka menyambut baik gebrakan Dishub DKI Jakarta tersebut pada Senin (6/7/2026).
Menurutnya, jalan raya emang sudah seharusnya dikembalikan pada fungsi aslinya untuk mobilitas warga, bukan berubah wujud menjadi "garasi dadakan" atau area tunggu yang bikin lalu lintas makin semrawut tiap jam sibuk.
Meski mendukung penuh langkah penertiban, MTZ juga ngasih notes penting buat Pemprov DKI.
Ia mengingatkan supaya pendekatan yang dipakai oleh petugas di lapangan tetap humanis dan nggak asal sikat tanpa memberikan solusi alternatif.
Apalagi kalau menyangkut keseharian abang ojol yang sering banget kedapatan mangkal di bahu jalan. Kita tahu sendiri, ojol udah jadi urat nadi mobilitas warga Jakarta, khususnya buat kamu yang selalu butuh layanan anti-ribet.
"Parkir liar ojol memang perlu ditertibkan, tetapi jangan terlalu keras. Maksud saya, ditertibkan dengan tetap memberikan ruang atau tempat parkir bagi pengemudi ojol untuk menunggu penumpang," pesan MTZ, dikutip Berita Jakarta.
Pernyataan ini masuk akal banget. Kalau mereka cuma diusir dari bahu jalan tanpa disediain titik ngetem yang layak, ujung-ujungnya masalah ini cuma muter-muter aja dan mereka bakal balik lagi mangkal di trotoar.
Jadi, menyediakan fasilitas drop-off atau shelter transit khusus ojol di titik-titik strategis adalah solusi win-win yang patut direalisasikan segera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta