Peresmian Pangkalan Ojol di Terminal Pulo Gebang (Nurito/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu merasa kegerahan atau risih pas lagi buru-buru di terminal, tapi jalanan malah macet gara-gara banyak abang ojek online (ojol) yang ngetem sembarangan di pinggir jalan?
Well, semrawut kayak gitu perlahan bakal tinggal sejarah, khususnya buat kamu yang sering wara-wiri di kawasan Jakarta Timur.
Pasalnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, baru saja meresmikan pangkalan khusus bagi pengemudi ojol di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, pada Jumat (3/7/2026).
Langkah cerdas ini nggak cuma bikin ekosistem terminal jadi lebih tertata, tapi juga ngasih kenyamanan ekstra buat para driver yang jadi pahlawan transportasi kita sehari-hari.
Budi Awaluddin memberikan apresiasi besar buat pengelola terminal yang udah berinisiatif menyediakan fasilitas khusus ini.
Baca juga: Warga Jakarta Timur Sukses Kelola Sampah Lewat Biopori Jumbo, Gubernur Pramono Anung Beri Applause!
Menurutnya, inovasi pangkalan ojol ini adalah bagian dari upgrade pelayanan masyarakat sekaligus ngebentuk kawasan terminal yang jauh lebih rapi dan estetis.
"Selama ini para pengemudi ojol menunggu penumpang di pinggir jalan depan terminal. Kini mereka memiliki tempat khusus yang lebih nyaman sehingga tidak lagi menggunakan area jalan yang melanggar aturan," jelas Budi, dikutip Berita Jakarta.
Nggak cuma sekadar lahan kosong, pangkalan ini udah disulap jadi rest area mini yang super fungsional. Bayangin aja, di dalamnya udah disediain meja, kursi, colokan untuk nge-charge smartphone (fasilitas wajib banget nih buat kelancaran, sampai dispenser air minum.
Fasilitas mantap ini diharapkan bisa jadi percontohan buat terminal-terminal lain di Jakarta supaya makin melek sama penataan ruang bagi transportasi online.
Kita semua tahu, trotoar dan bahu jalan sering banget dialihfungsikan jadi lahan parkir dadakan. Nah, Budi menegaskan kalau pangkalan ini adalah jurus jitu buat menekan angka parkir liar yang berpotensi bikin lalu lintas stuck.
"Upaya ini sekaligus mengurangi parkir di trotoar maupun bahu jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan," terangnya.
Di sisi lain, Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, juga ngejelasin kalau pangkalan ini didesain agar mampu menampung sekitar 30 pengemudi beserta motornya sekaligus.
Mengingat mobilitas Gen Z dan pekerja kantoran yang dinamis tanpa kenal waktu, pangkalan ini beroperasi full 24 jam untuk melayani penumpang siang maupun malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta