Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat (Anita Karyati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernah kepikiran nggak, jajanan lucu kayak permen yang biasa kita lihat ternyata bisa jadi ancaman mengerikan?
Di tengah canggihnya zaman, modus kejahatan juga makin mind-blowing, salah satunya adalah narkoba yang diselundupkan dalam bentuk permen atau makanan ringan.
Isu ngeri ini bukan cuma rumor, lho. Menyadari bahaya nyata yang mengintai generasi muda, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bergerak cepat dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, pada Senin (29/6/2026).
Lewat kolaborasi bareng Suku Badan Kesbangpol, acara ini jadi langkah krusial buat ngelindungin masa depan warga dari jerat adiksi!
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, yang membuka langsung acara tersebut ngasih warning keras soal tren peredaran narkoba saat ini.
Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Perkuat Sistem Deteksi Dini 2026, Gandeng Ormas Demi Jaga Keamanan Wilayah
Menurutnya, penyalahgunaan narkotika itu bukan tindak kriminal biasa, melainkan kejahatan luar biasa yang bener-bener bisa merusak kualitas sumber daya manusia sekaligus stabilitas negara.
Beliau mengaku sangat prihatin ngeliat bandar narkoba sekarang makin licik, bahkan sampai menjadikan anak-anak sekolah dasar sebagai target operasi lewat modus jajanan.
"Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa. Sangat memprihatinkan jika mereka menjadi sasaran peredaran Narkoba. Jika mereka sudah terkena dampak adiktif, maka masa depan negara ini menjadi taruhannya," tegas Hendra, dikutip Berita Jakarta.
Buat kamu yang mungkin belum tahu, narkotika itu punya sifat adiktif parah yang merusak sistem saraf secara permanen.
Makanya, Wali Kota Jakut mengajak seluruh elemen masyarakat buat lebih peduli.
Kalau kita cuek, rantai peredaran ini bakal susah banget buat diputus.
Sosialisasi keren yang diinisiasi oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara ini nggak cuma sekadar kumpul-kumpul biasa.
Tercatat ada 100 peserta dari berbagai unsur youth and community leader, seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), sampai ormas se-Jakarta Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta