JAKARTA - Ngomongin soal isu sampah di Jakarta emang nggak pernah ada habisnya.
Bayangin aja, tiap hari ribuan ton sampah diproduksi, dan kalau nggak diurus dengan benar, pasti bakal jadi masalah besar buat kita semua ke depannya.
Tapi, gimana jadinya kalau warga lokal justru ambil inisiatif super keren buat nyelesaiin masalah ini langsung dari halaman rumah mereka sendiri?
Nah, langkah inspiratif inilah yang lagi happening di Jakarta Timur, lho. Warga Pondok Kelapa sukses bikin Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, takjub dengan effort nyata mereka mengelola sampah organik pakai metode biopori jumbo.
Pada Minggu (7/6/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, nyempetin hadir langsung dalam acara pencanangan pengolahan sampah organik dengan metode biopori jumbo yang berlokasi di Jl Palem Indah Utama, Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Resmi Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Jakarta Pimpin Iklim Global!
Inisiatif cerdas yang digerakkan oleh warga ini dapet apresiasi penuh dari sang gubernur karena dinilai sangat efektif untuk mengatasi permasalahan sampah langsung dari hulunya.
"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RW 14 dengan jumlah 6 RT ya, yang melakukan inisiasi untuk mengelola metode biopori jumbo untuk sampahnya," kata Pramono.
Menurutnya, kalau kolaborasi warga ini bisa terus berjalan konsisten, wilayah RW 14 bisa banget diangkat jadi role model atau percontohan untuk penanganan sampah di seluruh penjuru Jakarta.
Fakta yang paling bikin salut, warga RW 14 ternyata nggak cuma nunggu disuruh sama pemerintah, lho.
Ketua RW 14, Tengku Husaini, cerita kalau warganya udah mulai habit ngolah sampah organik ini sejak tiga tahun lalu.
Artinya, mereka udah bergerak jauh sebelum Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 soal pengelolaan sampah diterbitkan.
"Kita sudah coba mulai. Dengan adanya Ingub ini kita lebih serius lagi, sampai bikin biopori jumbo. Jadi kita harap nanti sampah organik, sampah dapur, sampah rumah tangga itu bisa masuk ke dalam itu jadi nol sampah kita," jelas Tengku.
Nggak cuma peduli sama sisa makanan, buat sampah anorganik kayak botol plastik dan kardus yang bisa jadi cuan, warganya udah punya sistem pengumpulan lewat Bank Sampah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta