Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 JULI 2026 • 20:12 WIB

Pemprov DKI Jakarta Bangun 11 Rusunawa Baru Tahun Depan, Solusi Hunian atau Sekadar “Buang” Warga ke Pinggiran?

Pemprov DKI Jakarta Bangun 11 Rusunawa Baru Tahun Depan, Solusi Hunian atau Sekadar “Buang” Warga ke Pinggiran?Rusunawa Marunda Sebelum Direvitalisasi (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah nggak sih kamu merasa kalau bermimpi punya rumah sendiri di Jakarta itu udah kayak mission impossible alias mustahil?

Harga tanah yang makin nggak masuk akal sering bikin banyak dari kamu cuma bisa ngelus dada.

Sadar akan situasi krisis hunian ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah tegas dengan berencana membangun 11 kawasan rumah susun (rusun) baru pada tahun 2027 mendatang.

Dengan memanfaatkan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), proyek raksasa ini digadang-gadang jadi jalan keluar untuk menyediakan hunian yang jauh lebih terjangkau di ibu kota.

Tapi tunggu dulu, apakah kebijakan ini benar-benar solusi cerdas yang relate dengan kebutuhan mobilitas kita, atau justru malah sekadar "membuang" warga ke kawasan pinggiran kota yang serba minim akses? 

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Fokus Inovasi & Maksimalkan Anggaran Warga

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada Rabu (24/6/2026) lalu di kawasan Jakarta Pusat, menegaskan bahwa rusun atau hunian vertikal adalah jawaban paling logis saat ini.

Menurutnya, lahan di Jakarta sudah semakin menyusut dan harganya selangit.

"Karena nggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu. Maka housing vertikal inilah yang menjadi kata kunci," ujarnya, dikutip detik Properti.

Rencananya, pembangunan yang dimulai tahun depan ini akan menyediakan opsi rusun sewa dan rusun milik.

Target pasarnya pun beragam, mulai dari masyarakat umum hingga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Niat baik Pemprov DKI ini sayangnya mendapat sejumlah catatan kritis dari para pengamat perkotaan.

Yayat Supriatna menyoroti mayoritas lokasi rusun yang letaknya cukup terpelosok ke pinggiran, seperti kawasan Rorotan dan Marunda yang berbatasan langsung dengan Bekasi.

"Jangan kesannya bangun rusun di pinggir, tapi seperti membuang orang ke pinggiran. Jadi bagaimana menghidupkan Rorotan sama di Marunda. Dukung dengan fasilitas lain sehingga orang merasa tidak termarjinalkan," terang Yayat, dikutip detik Properti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik Properti

BERITA TERBARU

Pemprov DKI Jakarta Bangun 11 Rusunawa Baru Tahun Depan, Solusi Hunian atau Sekadar “Buang” Warga ke Pinggiran?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!