Situasi MPLS di SDN Srengseng 15 Jakarta Selatan (detik News)
JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih momen hari pertama masuk sekolah yang harusnya seru malah berubah jadi menegangkan karena ancaman teror bom menakutkan.
Buat kamu para orang tua yang baru saja mengantar anaknya di hari pertama pasti bakal syok berat mendengar kabar ini.
Yap, kejadian nyata yang bikin jantungan ini baru saja menimpa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa Jakarta Selatan pada hari Senin.
Saat para siswa baru dan guru sedang asyik mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa kita sebut MPLS tiba-tiba ada pesan WhatsApp misterius yang sukses bikin panik satu sekolah.
Suasana upacara bendera yang biasanya berjalan khidmat dan penuh tawa khas anak-anak mendadak berubah menjadi momen penuh kewaspadaan tinggi.
Baca juga: Gubernur Pramono Anung Sebut SPMB Jakarta 2026 Lancar Tanpa Kendala Serta Minim Keluhan
Subekhi yang merupakan salah satu guru di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menceritakan detik-detik kepanikan luar biasa tersebut.
Berdasarkan penuturannya teror bermula ketika salah satu guru kelas satu dan seorang pegawai tata usaha menerima pesan WhatsApp tidak dikenal.
Kejadiannya berlangsung persis saat seluruh warga sekolah sedang berkumpul melaksanakan upacara di lapangan.
Isi pesan tersebut sungguh mengerikan karena mengklaim ada bom yang sudah dipasang di beberapa titik dalam lingkungan sekolah.
Menghadapi situasi darurat yang mencekam pihak sekolah berusaha keras menjaga situasi tetap kondusif agar ratusan siswa tidak mengalami trauma atau panik berlebihan.
Subekhi menjelaskan bahwa para guru langsung bergerak cepat melaporkan kejadian mengerikan tersebut kepada Ketua RT setempat dan aparat kepolisian sektor Jagakarsa.
Sembari menunggu bantuan profesional datang pihak kepolisian dari ujung telepon memberikan instruksi tegas.
Mereka meminta agar seluruh anak-anak beserta guru tetap berada di lapangan terbuka dan dilarang keras memasuki ruang kelas satupun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA