Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan Bersama BPKP DKI Jakarta (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu kepikiran gimana caranya pemerintah mengelola dana publik biar nggak bocor ke pihak yang nggak bertanggung jawab?
Apalagi, buat kamu yang udah sadar pentingnya pajak, isu soal oknum aparatur yang terjerat kasus penyimpangan dana sering banget seliweran di timeline media sosial dan bikin kita gampang kena trust issue.
Nah, buat mencegah hal ini terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan baru aja mengambil langkah strategis dan proaktif.
Pada Kamis (9/7/2026), Pemkot Jaksel menggelar sosialisasi hasil pengawasan sekaligus pengarahan langsung dari Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Bertempat di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, acara ini jadi bukti nyata kalau integritas birokrasi bukan sekadar omong kosong belaka!
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik itu hukumnya wajib buat menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
"Setiap program dan kegiatan pemerintah harus direncanakan dengan baik, didukung anggaran yang memadai, serta dibarengi sistem pengawasan dan pengendalian agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berada pada koridor yang benar," ungkap Syafrin, dikutip Berita Jakarta.
Intinya, kerja pemerintah harus terpantau ketat dari hulu ke hilir biar hasilnya benar-benar bisa dirasakan oleh warga.
Sayangnya, Syafrin secara terbuka mengakui kalau di lapangan masih ada aparatur pemerintah yang akhirnya harus berhadapan dengan proses hukum di Kepolisian, Kejaksaan, atau bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menariknya, kondisi memprihatinkan ini umumnya bukan disebabkan oleh minimnya kemampuan aparatur tersebut.
Akar masalahnya justru ada pada lemahnya pengendalian internal, pengawasan berjenjang yang masih kendur, manajemen risiko yang kurang cermat, serta belum maksimalnya tindak lanjut atas temuan hasil pengawasan.
Di sinilah pentingnya peran seorang pimpinan atau bos di sebuah instansi. Syafrin menyebutkan bahwa pemimpin adalah penentu arah organisasi, teladan, sekaligus motor penggerak budaya kerja yang sehat.
"Komitmen pimpinan yang kuat akan membentuk lingkungan kerja yang berintegritas, akuntabel, patuh terhadap ketentuan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta