Sejumlah Penumpang di Stasiun MRT Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernah nyadar nggak sih kalau mobilitas di Jakarta belakangan ini terasa lebih asyik?
Atau jangan-jangan, kamu adalah salah satu dari jutaan warga yang udah mulai move on dan setia pakai transportasi umum buat aktivitas sehari-hari?
Ternyata, perubahan gaya hidup ini bawa dampak super positif buat pertumbuhan daerah, lho!
Kabar gembira soal tren mobilitas ini dibagikan langsung dengan penuh antusias oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam acara Jakarta Budget Talks bertajuk "Navigating the Jakarta Regional Budget: Strengthening Performance, Safeguarding Public Interests".
Di acara tingkat provinsi yang digelar di Balairung Balai Kota Jakarta pada Rabu (22/7/2026), Pramono mengungkapkan fakta keren berupa pengguna angkutan publik di Jakarta melonjak pesat.
Baca juga: Pramono Anung Imbau Warga Jakarta Stop Tawuran, Fasilitas Olahraga Bakal Disiapkan Pemprov
Peningkatan ini nggak cuma jadi bukti suksesnya tata kota, tapi juga menjelma jadi mesin penggerak utama buat perputaran ekonomi dan pariwisata ibu kota.
Pramono blak-blakan merinci data pencapaian kuartal kedua tahun ini. Kebiasaan baru para komuter Jakarta yang makin sadar transportasi publik patut diacungi jempol.
Coba bayangkan, sepanjang periode tersebut, tercatat ada 230,8 juta orang yang wara-wiri naik armada andalan warga ibu kota seperti Transjakarta, MRT, dan LRT!
Tingginya partisipasi ini mencatatkan kenaikan yang sangat membanggakan, yakni menembus angka 9,7% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Jadi, itu merupakan peningkatan yang cukup signifikan karena hampir 93% orang kini menggunakan transportasi umum. Kenaikan 9,7% itu akan mendekati angka 27, 28, atau bahkan hampir 30%," jelas Pramono.
Tingginya mobilitas warga nyatanya ampuh banget buat menghidupkan denyut nadi perekonomian Jakarta.
Biar warga makin semangat beraktivitas dan daya beli meningkat, Pemprov Jakarta juga rajin nebar berbagai insentif fiskal menarik buat penyelenggara event-event besar di penjuru kota.
Langkah strategis ini rupanya berbuah manis. Pramono menyebutkan, suntikan insentif tersebut sukses menggenjot nilai transaksi ekonomi sampai menyentuh Rp67,5 triliun, salah satunya berkat kesuksesan pagelaran Jakarta Festive Wonders.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta