Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 08:49 WIB

Aksi Cepat Petugas Gabungan Evakuasi 3 Pohon Tumbang di Cakung Barat demi Cegah Luapan Kali

Author

Evakuasi Pohon Tumbang di Cakung Barat, Jakarta Timur (pertamananpemakaman.jakarta.go.id)

JAKARTA - Bayangkan jika aliran sungai utama di dekat tempat tinggalmu tiba-tiba tersumbat oleh benda raksasa saat musim hujan masih membayangi.

Tentu saja, risiko banjir menjadi ancaman nyata yang mencemaskan. Itulah situasi genting yang sempat terjadi di bantaran Kali Cakung pada akhir pekan lalu.

Sebuah insiden lingkungan yang melibatkan tumbangnya pepohonan besar nyaris melumpuhkan aliran air di kawasan tersebut.

Namun, berkat kesigapan petugas gabungan, potensi bencana yang lebih besar berhasil dihindari lewat aksi evakuasi dramatis yang berlangsung hingga malam hari.

Kejadian pohon tumbang ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang kerentanan infrastruktur hijau di sekitar daerah aliran sungai, khususnya di wilayah Cakung Barat.

Baca juga: Mengenal Tugu Salak Condet: Ikon Jakarta Timur yang Menyimpan Sejarah Manis di Balik Hiruk Pikuk Kota

Peristiwa ini bermula pada Minggu (8/2/2026) sore. Warga di sekitar RT 05/03, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dikejutkan oleh suara berdebum keras dari arah bantaran kali.

Ternyata, sebanyak tiga batang pohon kapuk berukuran besar tumbang secara bersamaan.

Posisi jatuhnya pohon-pohon ini sangat krusial karena melintang dan sebagian batangnya langsung menutupi badan air Kali Cakung.

Menurut data yang dihimpun di lapangan, pohon-pohon kapuk tersebut memiliki dimensi yang cukup masif.

Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, mengungkapkan detail spesifikasi pohon yang tumbang tersebut pada Senin (9/2/2026).

"Ketiga pohon kapuk tersebut masing-masing berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan tinggi kurang lebih 10 meter. Sebagian batang pohon sempat menutupi aliran air di Kali Cakung," jelas Made.

Ukuran diameter 60 sentimeter bukanlah ukuran yang kecil. Ketika tiga pohon seukuran ini jatuh ke dalam kali yang lebarnya terbatas, efek bendungan alami akan segera terbentuk.

Sampah dan material lain yang terbawa arus sungai akan tersangkut di batang pohon tersebut, yang pada akhirnya dapat memicu meluapnya air ke pemukiman warga jika tidak segera ditangani.

Menyadari bahaya yang mengintai, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur tidak membuang waktu.

Made Widhi menegaskan bahwa proses evakuasi pohon tumbang tersebut langsung dikebut pada hari yang sama dan baru tuntas pada malam harinya.

"Tiga pohon kapuk yang tumbang di bantaran Kali Cakung langsung kami evakuasi hingga malam tadi," ujar Made saat memberikan konfirmasi pada Senin pagi.

Operasi pembersihan ini bukanlah pekerjaan ringan.

Mengangkat dan memotong batang pohon raksasa yang setengah terendam air memerlukan tenaga dan koordinasi yang baik. 

Baca juga: Dua Pohon Cemara Tumbang di Puskesmas Cakung Berhasil Dievakuasi Tanpa Ganggu Layanan

Made menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan tim gabungan untuk mempercepat proses tersebut.

Sebanyak 12 personel dikerahkan ke lokasi kejadian di Cakung Barat. Tim ini terdiri dari kolaborasi antara Pasukan Hijau (petugas Sudin Tamhut) dan Pasukan Oranye (petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum/PPSU) setempat.

Sinergi antara kedua satuan tugas ini sangat vital dalam manajemen krisis perkotaan Jakarta.

Pasukan Hijau memiliki keahlian spesifik dalam pemangkasan dan penanganan pohon (toping), sementara Pasukan Oranye membantu dalam pembersihan area dan logistik.

"Penanganan cepat dilakukan karena dikhawatirkan dapat mengganggu sistem aliran air di kali tersebut apabila tidak segera ditangani," terang Made, menekankan urgensi tindakan mereka.

Langkah preventif ini terbukti efektif menjaga aliran Kali Cakung tetap lancar, sehingga warga terhindar dari potensi genangan atau banjir lokal akibat sumbatan aliran sungai.

Kerja keras para petugas yang berjibaku hingga malam hari tidak luput dari perhatian warga sekitar.

Kecepatan respons pemerintah kota dalam menangani aduan dan kejadian mendadak seperti ini mendapatkan apresiasi positif.

Warga merasa lega karena ancaman banjir akibat sumbatan pohon dapat dihilangkan sebelum hujan deras kembali turun.

Ranto (49), salah seorang warga setempat yang menyaksikan proses evakuasi, menyampaikan rasa terima kasihnya.

Ia menilai kehadiran petugas gabungan sangat membantu memulihkan rasa aman warga di bantaran kali.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah berhasil mengevakuasi pohon tumbang dan membersihkan lokasi," tandas Ranto.

Kejadian di Cakung Barat ini memberikan pelajaran berharga bagi kamu dan warga Jakarta lainnya.

Penting bagi masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat pohon yang sudah miring, lapuk, atau berpotensi tumbang, terutama yang berada di dekat aliran sungai atau jalan raya.

Baca juga: Hadiri Peresmian Rumah Sakit Primaya di Cakung, Pramono Anung: Hospitality Kunci Layanan Kesehatan, Bukan Sekadar Teknologi Canggih

Kolaborasi antara laporan cepat warga dan eksekusi sigap dari petugas adalah kunci utama dalam mitigasi bencana di ibu kota.

Dengan tuntasnya evakuasi ini, aliran Kali Cakung kini telah kembali normal dan bebas dari hambatan batang pohon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU