Kamis, 15 JANUARI 2026 • 14:26 WIB

Pemkot Jakarta Barat Desak Optimalisasi Usulan Musrenbang Tahun 2026

Author

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat tengah berpacu dengan waktu dalam penyusunan rencana pembangunan daerah.

Di tengah sempitnya tenggat waktu yang tersisa, Pemkot Jakarta Barat menyerukan peringatan serius kepada seluruh elemen masyarakat dan perangkat wilayah untuk segera memaksimalkan penyampaian usulan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun anggaran 2026.

Seruan ini bukan tanpa alasan, mengingat partisipasi dan input aspirasi yang masuk hingga pertengahan Januari ini dinilai masih sangat minim.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rendahnya angka partisipasi dalam penginputan aspirasi warga sejauh ini.

Berdasarkan data rekapitulasi progres yang dilaporkan oleh Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Subanppeda), capaian input usulan baru menyentuh angka 24,29 persen.

Baca juga: Cegah Genangan, Saluran Air Gang Asem Munjul Direvitalisasi dengan Beton U-Ditch

Secara kuantitatif, dari potensi ribuan aspirasi yang diharapkan, baru ada 714 usulan kegiatan yang resmi masuk ke dalam sistem.

Angka ini, menurut Firmanudin, sangat jauh dari ekspektasi pemerintah kota yang menginginkan partisipasi aktif dan masif dari warga Jakarta Barat.

Situasi tersebut memicu instruksi tegas dari tingkat kota. Pada hari Kamis (15/1/2026), Firmanudin secara khusus meminta para pemangku wilayah untuk tidak sekadar menunggu bola.

Ia menginstruksikan mereka untuk turun langsung memantau, mengawal, serta mempercepat proses input aspirasi yang menjadi tanggung jawab para Ketua Rukun Warga (RW).

Proses ini tidak berjalan sendirian, melainkan harus didampingi oleh para pendamping Musrenbang yang telah ditugaskan di masing-masing wilayah.

Firmanudin menekankan bahwa waktu adalah hal yang sangat krusial saat ini. Dengan sisa waktu input sistem yang hanya menyisakan dua hari efektif hingga Jumat (16/1/2026) besok, seluruh unsur kewilayahan dituntut untuk bekerja ekstra keras dan berperan lebih aktif. 

Targetnya jelas, pemanfaatan momentum Musrenbang sebagai kanal utama penyerapan aspirasi warga harus bisa mencapai angka 100 persen sebelum sistem ditutup.

Lebih jauh, Firmanudin berharap adanya peningkatan kualitas dalam pelaksanaan Musrenbang tahun ini.

Ia menginginkan agar proses tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari segi teknis penyelenggaraan maupun bobot kualitas usulan yang diajukan oleh masyarakat.

Kondisi mendesak ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Subanppeda Jakarta Barat, Agus Sanyoto. Ia membeberkan data statistik kewilayahan yang menunjukkan ketimpangan partisipasi.

Agus mencatat, dari total 590 RW yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Barat, baru 209 RW yang tercatat telah merampungkan input aspirasi warganya.

Artinya, masih ada ratusan RW yang belum menyuarakan kebutuhan pembangunan lingkungan mereka ke dalam sistem perencanaan kota.

Agus menilai jumlah 714 usulan kegiatan yang terjaring saat ini masih sangat kurang untuk merepresentasikan kebutuhan riil warga Jakarta Barat yang begitu kompleks.

Baca juga: Pasukan Biru Kepulauan Seribu Gerak Cepat Perbaiki Saluran Air di Pulau Panggang, Warga Kini Tak Perlu Cemas

Padahal, tahapan input ini akan segera berakhir pada hari Jumat mendatang. Dalam pemaparannya, Agus merinci beberapa wilayah yang menunjukkan performa cukup baik dalam penginputan usulan.

Kecamatan Palmerah memimpin dengan jumlah input tertinggi sebanyak 176 usulan, disusul oleh Kecamatan Tambora dengan 157 usulan, dan Kecamatan Kebon Jeruk yang menyumbangkan 121 usulan.

Perlu dipahami oleh masyarakat bahwa mekanisme penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2026 ini memiliki sedikit perbedaan fundamental dibandingkan dengan tahun 2025.

Agus menjelaskan salah satu perbedaan utamanya terletak pada proses penjaringan aspirasi.

Pada tahun ini, tahap Rembuk RW diberikan kewenangan penuh dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing RW untuk merumuskan kebutuhannya.

Sesuai dengan pedoman yang berlaku, jadwal proses input aspirasi warga ini memang dialokasikan secara ketat pada pekan pertama dan kedua bulan Januari 2026.

Oleh karena itu, di sisa waktu yang sangat kritis ini, Agus mengimbau agar para pengurus RW tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitas usulan.

Usulan yang disampaikan diharapkan benar-benar merupakan kebutuhan yang mendesak dan masuk dalam skala prioritas lingkungan.

Baca juga: Insiden di Halte Transjakarta CSW Jadi Tamparan Keras, Gubernur DKI Jakarta Minta Maaf dan Janji Benahi Layanan Ramah Disabilitas

Hal ini penting agar anggaran yang nantinya digelontorkan dapat tepat sasaran dan manfaat pembangunannya betul-betul dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

Dengan kerja sama yang solid di sisa waktu ini, Pemkot Jakarta Barat berharap seluruh rangkaian Musrenbang dapat berjalan maksimal dan menghasilkan rencana pembangunan yang memuaskan bagi seluruh warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU