Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Dessy Suciati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Sebuah insiden memilukan yang menimpa seorang penyandang disabilitas tunanetra di kawasan Halte Transjakarta CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sorotan tajam publik dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa jatuhnya pelanggan tersebut ke dalam selokan (got) tidak hanya memicu keprihatinan luas di media sosial, tetapi juga mendapatkan respons serius langsung dari orang nomor satu di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam keterangannya pada hari Rabu (14/1/2026), Pramono Anung tidak menutupi rasa sesalnya.
Ia memandang kejadian ini sebagai sebuah kesalahan fatal dalam pelayanan publik yang seharusnya melindungi semua warga, tanpa terkecuali.
Dengan nada bicara yang serius dan penuh empati, ia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada korban dan seluruh komunitas disabilitas di Jakarta.
"Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf," ucap Pramono dengan tulus.
Ia menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Baginya, jatuhnya seorang penyandang disabilitas di fasilitas publik adalah tanda adanya celah keamanan yang harus segera ditambal.
"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali," tegasnya, memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.
Kemarahan dan kekecewaan Gubernur tidak berhenti pada ucapan maaf semata. Pramono memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap operator layanan transportasi publik tersebut.
Ia berjanji akan memberikan teguran keras kepada jajaran direksi dan manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab manajerial atas kelalaian yang terjadi di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta