Kamis, 15 JANUARI 2026 • 09:19 WIB

Cegah Genangan, Saluran Air Gang Asem Munjul Direvitalisasi dengan Beton U-Ditch

Author

Satpel SDA Jakarta Timur di Gang Asem Munjul, Cipayung (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pembangunan dan perbaikan infrastruktur mikro di wilayah Jakarta Timur terus dikebut demi meningkatkan kenyamanan warga serta mengantisipasi potensi genangan air.

Salah satu fokus utama pemerintah kota saat ini adalah pembenahan sistem drainase di area pemukiman padat penduduk yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Langkah konkret ini terlihat jelas di kawasan Kelurahan Munjul, di mana Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Cipayung tengah gencar melakukan revitalisasi saluran air yang berlokasi di Jalan TPU Munjul, tepatnya di Gang Asem RT 05/02.

Proyek revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan rutin, melainkan sebuah upaya strategis untuk menjawab kebutuhan mendesak warga setempat akan sistem pengairan yang lebih layak.

Kondisi saluran air yang lama dinilai sudah tidak lagi mumpuni untuk menampung debit air, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut.

Baca juga: Pasukan Biru Kepulauan Seribu Gerak Cepat Perbaiki Saluran Air di Pulau Panggang, Warga Kini Tak Perlu Cemas

Pengerjaan yang dimulai pada awal tahun ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan drainase lingkungan di Gang Asem.

Respons Cepat Satpel SDA Cipayung terhadap Keluhan Warga

Kepala Satpel SDA Kecamatan Cipayung, Dian Kartika, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut langsung dari aspirasi masyarakat. Selama ini, warga di sekitar Gang Asem sering mengeluhkan kondisi saluran air yang tidak berfungsi optimal.

Sistem drainase lama yang hanya mengandalkan pipa-pipa kecil dianggap sudah usang dan tidak sebanding dengan volume air buangan rumah tangga maupun air hujan yang harus dialirkan. 

Akibatnya, aliran air sering tersendat dan berpotensi memicu genangan yang mengganggu aktivitas warga.

Baca juga: Insiden di Halte Transjakarta CSW Jadi Tamparan Keras, Gubernur DKI Jakarta Minta Maaf dan Janji Benahi Layanan Ramah Disabilitas

Dian Kartika, pada hari Kamis (15/1/2026) menegaskan komitmen jajarannya untuk menuntaskan masalah ini.

Ia memaparkan bahwa pengerjaan revitalisasi tidak dilakukan setengah-setengah. 

Saluran air sepanjang 85 meter tersebut akan dirombak total. Material lama akan diganti dengan beton U-ditch berukuran 40x40 sentimeter.

Penggunaan beton U-ditch ini dipilih karena memiliki durabilitas yang tinggi, rapi, dan memudahkan proses pemeliharaan atau pembersihan di masa mendatang dibandingkan dengan sistem pipa tertutup atau turap batu kali konvensional.

Target Penyelesaian dan Progres Pengerjaan

Meskipun proyek ini berada di gang yang mungkin memiliki akses terbatas, semangat para pekerja di lapangan patut diacungi jempol.

Dian Kartika menyebutkan bahwa proses revitalisasi ini dijalankan secara manual dengan mengerahkan tujuh orang personel Satgas SDA.

Pengerjaan manual ini dilakukan mengingat kondisi medan di pemukiman padat yang seringkali sulit dijangkau oleh alat berat berukuran besar.

Para petugas harus bekerja ekstra keras, menggali tanah, mengangkat sisa material lama, dan memasang beton U-ditch satu per satu dengan presisi.

Terkait dengan linimasa pengerjaan, pihak SDA Cipayung memiliki target yang cukup ketat. Hingga pertengahan Januari ini, progres fisik di lapangan dilaporkan telah mencapai angka 20 persen.

Baca juga: Drama Penyelamatan Heroik di Perairan Pulau Payung: Tim Gabungan Sigap Evakuasi Penumpang KM Nabilah

Angka ini dinilai cukup positif mengingat pengerjaan dilakukan dengan tenaga manusia sepenuhnya.

Dian Kartika optimis bahwa dengan ritme kerja saat ini, seluruh rangkaian revitalisasi saluran air di Gang Asem dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni pada tanggal 16 Februari mendatang.

Warga diharapkan dapat segera menikmati manfaat dari saluran air baru ini sebelum puncak musim hujan berikutnya tiba.

Mengganti Pipa Lama yang Tidak Memadai

Salah satu poin krusial dalam revitalisasi ini adalah penggantian struktur dasar saluran. Seperti yang dijelaskan oleh Dian, kondisi eksisting saluran sebelumnya sangat memprihatinkan karena hanya menggunakan pipa-pipa berdiameter kecil.

Dalam ilmu tata kelola air perkotaan, penggunaan pipa kecil untuk saluran drainase utama lingkungan sangat berisiko menimbulkan penyumbatan (clogging) akibat sampah atau endapan lumpur. Ketika sumbatan terjadi, air akan meluap ke jalanan dan masuk ke pekarangan warga.

Baca juga: Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan Terpadu

Dengan beralih ke sistem U-ditch terbuka atau tertutup dengan bak kontrol yang memadai, kapasitas tampung air akan meningkat signifikan.

Aliran air menjadi lebih lancar karena penampang basah saluran menjadi lebih luas dan permukaannya lebih halus, sehingga meminimalisir gesekan air.

Transformasi dari pipa paralon kecil ke beton U-ditch 40x40 sentimeter adalah peningkatan spesifikasi yang sangat substansial bagi lingkungan RT 05/02 Munjul.

Penantian Warga Akhirnya Terwujud

Proyek revitalisasi ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat. Bagi mereka, kehadiran petugas SDA di lingkungan mereka adalah jawaban atas penantian panjang akan lingkungan yang bebas becek dan genangan.

Joko, salah seorang warga berusia 37 tahun yang tinggal di lokasi tersebut, tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.

Ia sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang akhirnya merealisasikan permohonan warga.

Menurut Joko, perubahan ini sangat berarti. Ia menceritakan bagaimana kondisi saluran air sebelumnya yang dibangun seadanya.

Saluran awal hanya menggunakan pipa-pipa kecil dengan prinsip "asal air mengalir", tanpa memperhitungkan debit air jangka panjang atau kemudahan perawatan.

Baca juga: Tinjau Posko Semper Timur, Wali Kota Jakarta Utara Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi dengan Layak

Rasa terima kasih ia sampaikan karena aspirasi mereka didengar dan ditindaklanjuti dengan serius.

Joko dan warga lainnya kini menaruh harapan besar agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca atau teknis, sehingga target penyelesaian pada pertengahan Februari benar-benar dapat tercapai tepat waktu.

Revitalisasi saluran air di Gang Asem, Munjul ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ketika aspirasi warga bertemu dengan respons cepat instansi terkait, perbaikan kualitas lingkungan hidup bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Kini, warga RT 05/02 bersiap menyambut wajah baru lingkungan mereka yang lebih rapi dan bebas dari ancaman genangan air.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU