Proses penyelamatan penumpang KM Nabilah di Perairan Pulau Payung (Anita Karyati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Suasana tegang sempat menyelimuti perairan Pulau Payung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (13/1/2026) kemarin.
Sebuah perjalanan laut yang seharusnya biasa saja berubah menjadi insiden yang membahayakan nyawa ketika kapal nelayan KM Nabilah mengalami kebocoran di tengah laut.
Beruntung, berkat kesigapan petugas gabungan, potensi tragedi berhasil diubah menjadi sebuah operasi penyelamatan yang sukses.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, bekerja sama erat dengan Polsek Kepulauan Seribu Selatan, bergerak cepat melakukan evakuasi.
Aksi heroik ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan warga di perairan merupakan prioritas mutlak bagi para petugas.
Baca juga: Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan Terpadu
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menuturkan kronologi peristiwa yang mendebarkan tersebut.
Laporan darurat pertama kali masuk ke meja petugas pada pukul 12.17 WIB. Salah satu penumpang kapal, di tengah kepanikan, berhasil menghubungi petugas untuk meminta pertolongan.
Merespons panggilan darurat tersebut, sistem komando langsung berjalan cepat.
"Begitu menerima informasi, unit kami tidak membuang waktu. Pada pukul 12.20 WIB, atau hanya berselang tiga menit dari laporan, kapal penyelamat KM Satria Biru beserta lima personel andalan langsung diterjunkan menuju titik lokasi," ujar Gatot menjelaskan respons cepat timnya.
Insiden tersebut bermula dari perjalanan KM Nabilah yang bertolak dari Kronjo, Tangerang, pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapal tersebut membawa enam orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan nahkoda dengan tujuan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.
Namun, alam tampaknya sedang tidak bersahabat. Kondisi cuaca yang memburuk di tengah perjalanan memaksa nahkoda mengambil keputusan untuk bersandar sementara di Pulau Laki pada pukul 09.00 WIB demi keamanan.
Setelah cuaca dirasa cukup aman, perjalanan dilanjutkan kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Nahas, saat melintas di perairan Pulau Payung sekitar pukul 12.30 WIB, kapal mengalami masalah teknis yang fatal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta