Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 JANUARI 2026 • 06:52 WIB

Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan Terpadu

Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan TerpaduPemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (pusat.jakarta.go.id)

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam menata wajah Ibu Kota agar lebih layak huni kembali menunjukkan hasil yang positif.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat membawa kabar baik mengenai perbaikan kualitas lingkungan hidup warganya.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru dari program Satu Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, tercatat adanya penurunan jumlah Rukun Warga (RW) dengan kategori kumuh di wilayah Jakarta Pusat pada tahun 2025.

Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah kota tersebut berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, kawasan Gambir, pada hari Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Gulkarmat Jakarta Pusat Tangani Kebakaran Billboard, Tidak Ada Korban

Dalam kesempatan itu, Arifin memaparkan data yang menjadi tolak ukur keberhasilan penataan kota saat ini.

Arifin menjelaskan bahwa survei pendataan Satu Data RW Kumuh Tahun 2025 oleh BPS DKI Jakarta menunjukkan peta sebaran yang semakin mengerucut.

Saat ini, wilayah yang masih teridentifikasi memiliki kantong kumuh tersebar di tujuh kecamatan dan mencakup 24 kelurahan.

Terdapat 49 RW yang masih masuk dalam radar pemantauan. Namun, kabar baiknya adalah kategori kumuh yang melekat pada 49 RW tersebut berada pada level "kumuh ringan" dan "kumuh sangat ringan".

"Data yang kami terima ini sifatnya masih sementara, namun tren penurunannya sudah terlihat jelas. Ini adalah sinyal positif bagi pembangunan di Jakarta Pusat," ujar Arifin dengan optimis.

Menurut orang nomor satu di Jakarta Pusat ini, penurunan angka RW kumuh bukanlah kerja satu malam, melainkan buah dari kinerja kolektif dan sinergi berbagai pihak selama ini.

Kendati demikian, Arifin menekankan bahwa penurunan angka ini tidak boleh membuat jajarannya berpuas diri.

Justru, data tersebut harus menjadi pelecut semangat untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang tersisa. Ambisi Arifin jelas, ia ingin Jakarta Pusat benar-benar nihil dari status RW kumuh di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pusat.jakarta.go.id

BERITA TERBARU

Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan Terpadu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!