Kalah Jauh dari Kimi Antonelli, George Russell Frustrasi Akibat Mesin Mercedes yang “Penuh Misteri”
JAKARTA - Pernahkah terlintas di benakmu perasaan ketika seluruh upaya terbaik telah dikerahkan, namun pencapaian yang diraih justru tertinggal amat jauh dari rekan setim sendiri?
Situasi penuh tekanan inilah yang kini tengah dihadapi oleh George Russell sepanjang kompetisi Formula 1 (F1) musim ini.
Pembalap berkebangsaan Inggris itu dipaksa menghadapi kenyataan sulit lantaran mobil Mercedes andalannya terus-menerus didera kendala yang tak kunjung terpecahkan.
Kekecewaan mendalam Russell kian memuncak pada gelaran Grand Prix (GP) Belgia di Sirkuit Spa Francorchamps akhir pekan lalu, di mana ia harus DNF lebih awal akibat terlibat insiden pada lap pembuka.
Kesenjangan Performa Antara Russell dan Rekan Setimnya
Catatan performa George Russell belakangan ini tengah memicu perhatian serius di internal tim Mercedes.
Baca juga: Terlibat Insiden di Lap Awal GP Belgia, George Russell: Saya Sudah Kebal Terhadap Kekecewaan
Jika dikomparasikan dengan pembalap muda berbakat Kimi Antonelli, ia mengalami defisit yang cukup tajam, terutama dalam aspek akselerasi maksimal di lintasan lurus serta efisiensi energi baterai.
Hambatan teknis tersebut mulai terdeteksi secara kasat mata sejak mereka mengaspal di Sirkuit Silverstone, Inggris, dan kian menjadi-jadi saat sesi kualifikasi GP Belgia berlangsung.
Pada penentuan posisi start di Spa Francorchamps tersebut, Russell dipaksa mengakui keunggulan Antonelli yang sukses merebut pole position, setelah dirinya tertinggal hingga 0,508 detik.
Kendala Teknis Mesin Mercedes yang Belum Terpecahkan
Setelah gagal bersinar di kualifikasi, nasib buruk yang menimpa Russell berlanjut pada balapan utama hari Minggu (19/7/2026) setelah terlibat kontak dengan Lewis Hamilton.
Insiden tragis tersebut mengakibatkan kendaraannya berputar hingga terdampar di jebakan kerikil dan terpaksa menyudahi balapan lebih awal.
Kegagalan meraih poin, ditambah kemenangan keenam Kimi Antonelli dari sepuluh seri pamungkas, membuat selisih poin keduanya kini melebar hingga 50 poin.
Meski begitu, persoalan utama yang menguras pikiran Russell bukanlah insiden tabrakan tersebut, melainkan lenyapnya performa mesin secara misterius yang menyebabkannya selalu tertinggal dari kecepatan mobil rekan satu timnya.
Terkait masalah tersebut, Simone Resta selaku Wakil Direktur Teknis Mercedes memaparkan bahwa pihak internal masih kesulitan mendeteksi penyebab utama malfungsi teknis tersebut.
Dilansir dari laman Crash.net, Resta menyebut bahwa gangguan distribusi energi di mobil Russell sebetulnya telah terendus semenjak GP Inggris dua pekan lalu.
Setelah melakukan peninjauan intensif, kru mekanik mulanya menduga bahwa perbedaan gaya balap antara Russell dan Antonelli menjadi pemicu utama merosotnya pasokan daya baterai tersebut.
Pabrikan Jerman Dihantui Masalah Perangkat Lunak
Fakta mengejutkan mengenai sistem kelistrikan jet darat bermesin Mercedes pada putaran pembuka GP Belgia dibongkar lebih lanjut oleh Resta.
Ia menyebut bahwa adanya kendala pada sistem perangkat lunak di kedua mobil, baik yang dipacu oleh Russell maupun Antonelli.
Akibat kerusakan tersebut, pemanenan energi mobil langsung menyentuh batas maksimal terlalu cepat sesaat setelah melewati tikungan pertama sirkuit.
Baca juga: Drama Kontrak George Russell Masih Berlanjut, Martin Brundle: Dia Sakit Hati dan Nggak Happy
Hal ini menyebabkan kedua pembalap kehilangan tambahan daya dorong yang sangat krusial dari tikungan pertama hingga kelima.
Alhasil, mereka kehilangan banyak waktu dan sangat kesulitan mempertahankan posisi, padahal start yang mereka lakukan sebenarnya sudah tergolong cukup bagus.
Russell sendiri bukannya tanpa perlawanan, sebab ia telah berupaya keras merombak gaya balapnya serta mendalami data telemetri menjelang tampil di Spa Francorchamps.
Meski begitu, ketimpangan kecepatan yang dipicu oleh penyaluran daya tidak optimal antara kedua jet darat Mercedes itu tetap terekam jelas di lintasan.
Menanggapi hal ini, Resta menggarisbawahi bahwa regulasi baru pada musim balap kali ini memang sangat rumit, sementara timnya baru melewati sepuluh seri balapan.
Oleh sebab itu, fase adaptasi yang tengah dialami tim Mercedes dinilai wajar, dan mereka berjanji akan menggelar investigasi menyeluruh demi mencegah problem kelistrikan serupa terulang pada seri berikutnya di GP Hungaria pekan depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net