Rabu, 27 MEI 2026 • 20:25 WIB

Banjir Rob Intai 12 Wilayah Pesisir Jakarta 27 Mei-5 Juni, Cek Info Lengkapnya Disini!

Author

Banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (Bayu Pratama S/ANTARA)

JAKARTA - Buat kamu yang udah punya rencana hangout ke kawasan Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), atau sekadar cari angin malam di sekitar pesisir utara Jakarta, kayaknya kamu wajib ditahan dulu agendanya. Kenapa?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta baru saja mengeluarkan warning penting terkait ancaman banjir pesisir alias banjir rob.

Fenomena alam ini diprediksi bakal mengepung kawasan utara Jakarta mulai tanggal 27 Mei sampai 5 Juni 2026 mendatang.

Jadi, sebelum momen healing bareng bestie berantakan gara-gara kejebak macet dan genangan air asin yang bisa bikin motor kesayangan berkarat, mending kamu pahami dulu detail situasinya lewat ulasan berikut ini.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini banjir pesisir ini bukan tanpa alasan ilmiah.

Baca juga: Pemkot Jaksel Keruk 36 Ribu Kubik Lumpur Kali Pesanggrahan Demi Cegah Banjir di Bintaro

Anomali naiknya permukaan air laut ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum yang kebetulan banget terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026.

Tarikan gravitasi dari bulan purnama inilah yang bikin volume air laut tertarik ke daratan dan berpotensi kuat meningkatkan ketinggian pasang maksimum secara drastis.

Efek dominonya? Wilayah daratan yang berbatasan langsung dengan laut akan mengalami genangan yang cukup signifikan. 

Bayangkan saja, kemacetan di jalan arteri pesisir bisa bertambah parah karena banyak kendaraan harus memperlambat laju atau bahkan mogok akibat nekat menerjang air asin.

Biar kamu nggak clueless dan salah ambil rute saat bepergian, ada 12 titik krusial yang saat ini masuk ke dalam radar pantauan ekstra BPBD DKI Jakarta.

Daerah-daerah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga seluruh kawasan Kepulauan Seribu.

Khusus buat kamu yang ada jadwal menyeberang wisata ke pulau, pantau terus jadwal operasional kapal dan jangan memaksakan diri jika kondisi ombak sedang tidak bersahabat.

Satu hal krusial yang wajib kamu catat: puncak pasang maksimum ini nggak terjadi seharian full.

BMKG memprediksi bahwa jam-jam rawan naiknya air laut berada pada malam hari, tepatnya mulai pukul 19.00 hingga 00.00 WIB.

Jam ini justru merupakan waktu di mana warga ibu kota biasanya asyik cari makan malam sepulang kerja.

Jadi, kalau tujuan akhir kamu kebetulan berada di kawasan pesisir pada jam rawan tersebut, sangat disarankan untuk mencari alternatif tempat nongkrong di pusat atau selatan Jakarta yang lebih aman.

Buat kamu yang memang tinggal, ngekos, atau terpaksa harus beraktivitas harian di daerah pesisir yang rawan tersebut, BPBD DKI Jakarta memberikan beberapa lifehacks biar kamu tetap aman.

Pertama, tingkatkan awareness kamu terhadap perubahan cuaca lokal secara mendadak. Sebisa mungkin, hindari aktivitas outdoor di pinggir laut saat malam hari.

Baca juga: Atasi Banjir dan Perbaikan Infrastruktur, 243 Usulan Musrenbang 2026 Kecamatan Kembangan Lolos ke Tingkat Kota Jakarta Barat

Kedua, pastikan saluran air atau drainase di sekitar tempat tinggalmu benar-benar bersih dari tumpukan sampah plastik.

Logikanya, drainase yang lancar akan membuat air genangan lebih cepat surut dan mencegah genangan masuk hingga ke ruang tamu kamar kos kamu.

Di era digital yang serba sat-set ini, Pemprov DKI juga sudah menyediakan fasilitas online untuk memantau situasi secara real-time.

Kamu bisa rutin mengecek update gelombang pasang lewat situs resmi di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut. Ingin lebih siap secara literasi?

Unduh Buku Panduan Kesiapsiagaan di tautan tiny.cc/bukusakusiagabanjir untuk menambah wawasan kebencanaan mandiri.

Kalau kamu kebetulan melintas dan menemukan potensi genangan air parah atau saluran yang mampet, jangan cuma direkam untuk masuk FYP TikTok!

Jadilah netizen Jakarta yang proaktif dengan melaporkannya langsung melalui aplikasi JAKI agar petugas di lapangan bisa segera meluncur.

Jangan lupa perbarui informasi titik banjir melalui situs pantaubanjir.jakarta.go.id.

Terakhir, ingat baik-baik nomor ini: segera hubungi 112 jika kamu, keluarga, atau tetangga sekitar berada dalam kondisi darurat yang membutuhkan proses evakuasi secepatnya.

Tetap waspada dan stay safe, warga Jakarta! Tunjukan care kamu dengan membagikan artikel ini ke grup WhatsApp keluarga atau circle pertemananmu agar semua bisa bersiap diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPBD DKI Jakarta, Detik News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU