Musrenbang 2026 Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat (Budhi Firmansyah Surapati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Apakah kamu warga Jakarta Barat, khususnya di wilayah Kembangan, yang sering merasa resah dengan genangan air saat musim hujan atau kondisi jalan yang kurang memadai di sekitar tempat tinggal?
Jika iya, ada kabar baik dan angin segar dari proses perencanaan pembangunan daerah tahun ini. Keterlibatan warga dalam menyuarakan aspirasi kelingkungannya kini mulai membuahkan hasil yang nyata.
Pada Kamis (26/2/2026) kemarin, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kembangan telah resmi digelar dan merampungkan berbagai pembahasan penting terkait masa depan infrastruktur di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, forum musyawarah ini berhasil menyeleksi dan menyepakati sebanyak 243 usulan dari total 281 usulan warga yang masuk.
Ratusan aspirasi yang telah melalui proses penyaringan ketat ini kini bersiap untuk dibawa dan diperjuangkan lebih lanjut ke tahapan Musrenbang tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat.
Langkah strategis ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat di tingkat rukun tetarga dan rukun warga memegang peranan vital dalam menentukan arah kebijakan penataan tata ruang kota yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk ditinggali.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya tahapan Musrenbang di Kecamatan Kembangan.
Menurutnya, usulan-usulan yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah kali ini sangat tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan paling esensial dari masyarakat.
Ia menilai bahwa daftar aspirasi yang akan dibawa ke tingkat kota bukan sekadar keinginan semata, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah kota.
Lebih lanjut, Yuli Hartono menegaskan bahwa apa yang dihasilkan dari pertemuan tersebut merupakan usulan mendasar terkait kekurangan sarana dan prasarana di lapangan.
Menyambung pernyataan tersebut, ia menyoroti salah satu permasalahan klasik yang masih menjadi momok menakutkan bagi warga Kembangan, yaitu ancaman banjir.
Bencana musiman ini sebagian besar dipicu oleh luapan air kiriman dari Kali Angke dan Kali Pesanggrahan yang melintasi wilayah permukiman padat penduduk.
Sebagai bentuk respons cepat dan tindak lanjut dari usulan mendasar tersebut, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dilaporkan telah merancang intervensi fisik berupa perencanaan pembangunan sheetpile atau turap beton di sejumlah lokasi rawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta