Pengerukan Kali Pesanggrahan (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)
JAKARTA - Musim hujan di Jakarta sering kali menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar warganya, terutama bagi mereka yang berdomisili persis di dekat bantaran sungai.
Bayangkan saja, rasa was-was dan cemas selalu mengintai setiap kali awan gelap mulai menyelimuti langit ibu kota, membawa ancaman luapan air yang tak terelakkan ke permukiman.
Jika kamu termasuk warga yang sering melintasi atau tinggal di kawasan Jakarta Selatan, khususnya di sekitar permukiman padat Bintaro, kabar baik nan melegakan kini datang menghampiri.
Pada Senin (6/4/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) resmi mengambil langkah agresif dengan melakukan pengerukan besar-besaran di sepanjang aliran Kali Pesanggrahan.
Proyek vital yang berlokasi tepat di perbatasan antara Kecamatan Kebayoran Lama dan Kecamatan Pesanggrahan ini bukanlah proyek berskala kecil, yakni target utamanya adalah mengangkat hingga 36.174 meter kubik sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang selama ini menjadi biang kerok utama pendangkalan sungai tersebut.
Baca juga: Wagub Rano Karno Optimistis Jakarta Youth Film Festival 2026 Jadi Role Model Sineas Nasional
Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa pengerukan di wilayah Kali Pesanggrahan ini mendadak menjadi prioritas utama bagi Pemkot Jakarta Selatan?
Jawabannya terletak pada kondisi fisik sungai yang dinilai sudah sangat memprihatinkan. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai perubahan morfologi sungai yang membelah kawasan pemukiman tersebut.
Bantaran kali yang seharusnya berfungsi murni sebagai jalur air utama kini telah meninggi secara tidak wajar hingga perlahan berubah wujud menjadi daratan baru.
Hal ini terjadi akibat tumpukan endapan sedimen yang tak tertangani secara maksimal selama bertahun-tahun.
Kondisi ini ternyata menciptakan efek domino yang sangat berbahaya bagi ekosistem sungai dan keselamatan warga sekitar.
"Perubahan wujud bantaran ini membuat aliran air bergeser secara paksa dan mulai menggerus sisi kanan kali," jelas Anwar.
Jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius, arus air yang berbelok secara tidak alami ini memiliki potensi besar untuk merusak bahkan menjebol tanggul utama yang melindungi permukiman.
Oleh karena itu, pengerukan ini bukan sekadar urusan estetika kebersihan, melainkan upaya mitigasi bencana struktural yang sangat krusial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta