Wagub Rano Karno dalam Acara Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan dari mana sutradara legendaris dunia seperti Steven Spielberg, George Lucas, atau bintang aksi Jackie Chan memulai karier gemilang mereka di layar perak?
Jawabannya sangat sederhana, yakni dari sebuah karya film pendek.
Industri perfilman bukan sekadar media hiburan semata, melainkan sebuah ekosistem bisnis raksasa yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan menyerap ribuan tenaga kerja.
Menyadari potensi luar biasa ini, Jakarta kini tengah mengambil langkah strategis nan agresif untuk memantapkan posisinya sebagai kiblat sinema nusantara.
Melalui ajang bergengsi Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, ibu kota bersiap mencetak sejarah baru sekaligus menetapkan standar tinggi bagi pertumbuhan industri kreatif yang diharapkan bisa menginspirasi daerah lain di seluruh tanah air.
Baca juga: Kecamatan Cempaka Putih Tekan Kasus DBD, Ini Strategi yang Digunakan!
Dalam upayanya memajukan sektor ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dengan bangga menyelenggarakan perayaan Hari Film Nasional.
Acara puncak yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni perayaan tahunan, tetapi menjadi tonggak penting dalam memberdayakan para pembuat film muda.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang juga dikenal sebagai tokoh perfilman senior Indonesia, hadir langsung dan menyatakan rasa optimisnya yang tinggi.
Ia menegaskan bahwa JYFF, yang mewadahi para sineas muda untuk berkompetisi membuat film pendek, merupakan tahapan paling esensial dalam pembentukan ekosistem industri perfilman yang terstruktur.
Bagi para pemula, ajang kompetisi seperti ini adalah kawah candradimuka.
"Banyak dari produser besar di dunia film internasional seperti Steven Spielberg, George Lucas, dan Jackie Chan juga berawal dari film pendek," jelas Rano Karno memberikan motivasi kepada para hadirin.
Kamu tentu bisa melihat benang merahnya; film pendek mengajarkan efisiensi bercerita, penguasaan teknis, dan ketajaman visi sebelum seorang sineas dipercaya memegang produksi bernilai triliunan rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta