Senin, 13 APRIL 2026 • 07:15 WIB

Sudin SDA Kepulauan Seribu Kebut Restorasi Pulau Tidung Demi Cegah Abrasi

Author

Kondisi Salah Satu Sisi Jembatan Cinta Pulau Tidung Jelang Restorasi (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bayangkan jika kamu bisa melarikan diri dari hiruk-pikuk kemacetan serta polusi Jakarta menuju hamparan pasir putih yang memukau dan hembusan angin laut menyegarkan, tanpa harus merogoh kocek dalam untuk tiket pesawat ke luar pulau.

Surga tropis itu sebenarnya ada tepat di halaman belakang ibu kota kita, yaitu di Kepulauan Seribu.

Sayangnya, ancaman abrasi laut secara perlahan mulai menggerus pesona garis pantai di wilayah pesisir ini. Namun, kamu tidak perlu risau. 

Pemerintah melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu kini tengah mengebut proyek restorasi pantai di sisi utara Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Langkah strategis ini bukan sekadar upaya penyelamatan lingkungan pesisir, melainkan disiapkan khusus untuk memanjakan wisatawan dan mendongkrak pariwisata lokal Jakarta.

Baca juga: Bingung Sehari di Kepulauan Seribu Kemana Saja? Ini 5 Destinasi Wisata Paling Menawan yang Harus Kamu Kunjungi!

Bagi kamu yang kerap menghabiskan akhir pekan di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung dengan Jembatan Cinta-nya tentu sudah menjadi ikon wisata romantis yang sangat familier.

Namun belakangan, hempasan ombak yang terjadi terus-menerus menyebabkan abrasi yang cukup masif di sepanjang pesisir utara jembatan tersebut.

Merespons kondisi kritis ini, Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Mustajab, menyatakan bahwa fokus utama dari agenda restorasi adalah pengembalian volume pasir pantai yang telah lama terkikis oleh ganasnya ombak.

"Ini bagian dari pemeliharaan wilayah pesisir. Pasir yang hilang akibat abrasi kami kembalikan agar pantai bisa pulih seperti semula," ujar Mustajab pada Senin (13/4/2026).

Proses restorasi ini sama sekali tidak dilakukan sembarangan. Pasir dalam jumlah memadai diambil secara hati-hati dari area tengah laut, kemudian direlokasi dan dikembalikan secara merata ke titik pesisir yang rawan.

Metode teknis ini dianggap paling ideal untuk mengembalikan bentuk alami garis pantai, sehingga nilai estetika dari Pulau Tidung tetap otentik.

Tentu saja, menabur ulang hamparan pasir tidak akan memberikan solusi permanen tanpa diiringi perlindungan infrastruktur yang kokoh.

Mustajab menjelaskan bahwa demi menjaga hasil restorasi agar pasir tidak kembali lenyap tersapu ombak pasang, pihaknya merancang benteng pertahanan dengan memasang geobag di sepanjang area pengerjaan.

"Pengerjaan restorasi pantai sepanjang 200 meter ini sudah dimulai sejak awal Maret," terangnya.

Deretan geobag ini terbukti sangat krusial dalam menahan energi gelombang laut sebelum menghantam pasir secara langsung.

Di lokasi yang sama, Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana, turut memaparkan detail teknis dari pembangunan infrastruktur pelindung ini.

Selain merestorasi area berpasir, tim Sudin SDA saat ini juga melakukan penataan ulang pada struktur tanggul laut dengan menggunakan kubus masif dari susunan beton.

"Tanggul sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga dilakukan penataan ulang sepanjang kurang lebih 200 meter," ucap Wahyu.

Baca juga: 6 Spot Ngabuburit Asyik di Kepulauan Seribu yang Wajib Kamu Kunjungi Bersama Keluargamu!

Progres pembangunan fisik tanggul ini berjalan sangat cepat. Hingga pertengahan bulan ini, pengerjaan tanggul pelindung tersebut telah mencapai lebih dari 50 persen, atau berhasil merampungkan sekitar 110 meter garis pelindung.

Lalu, fasilitas apa saja yang bisa langsung kamu nikmati sebagai wisatawan setelah megaproyek ini selesai? Menurut rancangan tata letak yang ada, struktur bagian atas dari tanggul kubus masif tersebut nantinya akan dicor secara merata.

Tujuannya adalah agar permukaan tanggul dapat dialihfungsikan menjadi jalur pejalan kaki (pedestrian) yang nyaman bagi publik.

Selain itu, area di atas tanggul ini diyakini bakal menjadi tempat bersantai favorit para turis saat menantikan pesona magis matahari terbenam.

Tidak berhenti di situ, area pasir putih di bawah tanggul yang telah berhasil direstorasi akan disulap menjadi ruang rekreasi terbuka.

Kamu dan pengunjung lainnya kelak dapat memanfaatkan lokasi tersebut untuk beragam aktivitas fisik di luar ruangan, mulai dari bermain pasir, menggelar olahraga voli pantai, hingga sekadar bersantai ria.

"Kami berharap ke depan semakin banyak pantai dengan hamparan pasir putih yang bisa dinikmati. Sehingga, mampu mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Seribu," ungkap Mustajab.

Menambahkan unsur ekologis pada proyek pesisir ini, Wahyu juga menjelaskan rencana penanaman vegetasi pantai yang asri.

"Nantinya, area di depan tanggul juga akan ditanami mangrove sebagai upaya perlindungan alami terhadap abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir," bebernya.

Sabuk hijau pelindung dari hutan mangrove ini kelak tidak hanya menjadi peredam ombak alami, tetapi juga menyediakan habitat dan tempat berkembang biak bagi berbagai biota laut dangkal.

Keberhasilan pemerintah daerah dalam merestorasi alam tentu tidak akan bermakna banyak tanpa diiringi kesadaran tinggi dari masyarakatnya.

Oleh sebab itu, Wahyu dengan tegas mengajak seluruh lapisan warga pesisir dan pelancong untuk turut menjaga hasil dari pembangunan infrastruktur ini.

Disiplin diri untuk tidak merusak fasilitas penunjang wisata serta selalu menjaga kebersihan lingkungan pantai dari sampah plastik adalah kunci utama kelestarian kawasan ini.

"Kami berharap dukungan semua pihak agar kawasan ini tetap terjaga, sehingga pantai di Pulau Tidung dapat menjadi destinasi yang nyaman, aman, dan berkelanjutan," tandasnya.

Baca juga: Jakarta Garap Perda Sistem Pangan Pertama di Indonesia: Fokus Kelautan Kepulauan Seribu Jadi Kunci Ketahanan Pangan Masa Depan

Sinergi antara pemerintah yang proaktif merawat alam dan publik yang senantiasa bertanggung jawab akan memastikan bahwa ibu kota tidak akan pernah kehilangan surga tropisnya.

Jadi, sudahkah kamu mengosongkan jadwal libur akhir pekan untuk mengeksplorasi kembali wajah cantik Jembatan Cinta di Kepulauan Seribu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU