Senin, 30 MARET 2026 • 17:37 WIB

Progres Perbaikan Turap Saluran Penghubung Kelapa Lilin Jakut Capai 80 Persen, Warga Kini Bebas Genangan Banjir

Author

Perbaikan Turap Saluran Penghubung di Jalan Kelapa Lilin Timur, Kelapa Gading (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Memasuki puncak musim hujan, rasa waswas akan ancaman banjir atau genangan air kerap menghantui warga ibu kota.

Apakah kamu salah satu warga Jakarta Utara yang sering merasa cemas saat awan mendung mulai menggumpal?

Kabar baiknya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus bergerak cepat untuk memberikan rasa aman.

Saat ini, perbaikan turap Saluran Penghubung (Phb) Kelapa Lilin yang berlokasi di Jalan Kelapa Lilin Timur, RW 12, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, menunjukkan progres fisik yang sangat positif.

Hingga hari ini, pengerjaannya telah mencapai 80 persen dan diproyeksikan akan tuntas sepenuhnya pada awal bulan April 2026 mendatang.

Baca juga: Panen Raya 1,2 Ton di Jakarta Pusat, Bukti Urban Farming Jadi Solusi Ampuh Cegah Stunting

Bagi warga Pegangsaan Dua dan sekitarnya, saluran Phb Kelapa Lilin bukanlah sekadar parit biasa, melainkan urat nadi drainase yang sangat vital untuk menampung dan mengalirkan debit air hujan menuju hilir.

Ketika struktur turap ini bermasalah, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar berupa limpasan air yang mengganggu mobilitas harian.

Oleh karena itu, percepatan penyelesaian proyek ini menjadi angin segar yang sudah lama dinantikan warga.

Mengapa turap infrastruktur ini harus segera mendapat penanganan menyeluruh?

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi, membeberkan fakta teknis di balik kerusakan struktur tersebut.

Menurutnya, ambrolnya turap di kawasan Kelapa Lilin ini disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di Jakarta belakangan ini.

Hujan deras yang terus-menerus mengguyur membuat fondasi tanah menjadi labil dan kehilangan daya ikatnya.

Selain faktor cuaca yang ekstrem, kondisi bangunan infrastruktur yang sudah lama juga menjadi penyumbang utama kerusakan.

Material turap yang sudah termakan usia menjadikannya rentan terhadap dorongan arus air.

"Perbaikan ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi drainase serta meminimalisir potensi genangan atau limpasan air saat hujan deras," ujar Heria pada Senin (30/3/2026).

Dengan konstruksi yang diperbarui, kapasitas tampungan air akan kembali maksimal sehingga air hujan dapat mengalir lancar tanpa tumpah ke ruas jalan utama.

Demi memastikan tenggat waktu pengerjaan terpenuhi, Suku Dinas SDA Jakarta Utara mengerahkan sumber daya secara maksimal.

Secara spesifikasi teknis, perbaikan penahan tanah ini mencakup area yang cukup masif, yaitu memanjang sejauh 40,3 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter dari dasar saluran.

Baca juga: Taman Margasatwa Ragunan Diserbu 421 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026, Target Resmi Dilampaui!

Langkah fisik di lokasi proyek sendiri telah dimulai sejak tanggal 24 Februari 2026 silam dengan metode kerja yang terstruktur.

Proses perbaikan krusial ini digawangi langsung oleh dedikasi 15 personel Pasukan Biru.

Bagi kamu yang belum familier, Pasukan Biru merupakan pahlawan infrastruktur air dari Dinas SDA DKI Jakarta yang selalu berjibaku dengan lumpur dan air demi kenyamanan warga.

Tidak hanya mengandalkan tenaga manual, percepatan progres ini didukung oleh pengerahan satu unit alat berat jenis ekskavator Wheel XM 32.

Kehadiran ekskavator ini sangat vital untuk mengangkat sisa-sisa puing turap lama dan menata material batu kali dengan tingkat presisi tinggi.

Lalu, sejauh mana detail penyelesaiannya sekarang? Heria menjelaskan bahwa tim di lapangan kini sedang memasuki tahap sentuhan akhir untuk estetika dan ketahanan.

"Saat ini sudah masuk tahap pengacian tanggul agar hasilnya lebih rapi. InsyaAllah pekan depan selesai," terangnya penuh optimisme.

Tahap pengacian ini berfungsi untuk menutup pori-pori struktur agar dinding menjadi kedap air dan tidak mudah tergerus abrasi arus saluran.

Perbaikan drainase ini dilakukan secara bertahap, membentang dari proses pembongkaran turap lama yang rapuh, pembangunan struktur baru, hingga pembersihan area proyek.

Menyadari besarnya investasi tenaga dan waktu, Heria menitipkan pesan mendalam.

"Saya minta masyarakat setempat ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki ini agar tetap berfungsi dengan baik," ajaknya.

Partisipasi warga sangat krusial, minimal dengan komitmen untuk tidak membuang sampah domestik ke dalam aliran Phb Kelapa Lilin.

Dukungan positif turut disuarakan oleh otoritas wilayah setempat. Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan terukur dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi ini adalah kunci dalam menjawab keresahan warga terhadap ancaman banjir.

Baca juga: Demi Perjalanan Mudik Aman Terkendali, PMI Jakpus Buka 4 Posko Siaga Kesehatan di Stasiun Utama dan Terminal

"Semoga risiko genangan dapat diminimalisir dan lingkungan menjadi lebih tertata," tandas Sarmudi.

Baginya, penyelesaian tanggul ini adalah garansi keamanan agar aktivitas ekonomi dan sosial di Kelapa Gading bisa terus berdenyut tanpa hambatan genangan air.

Langkah preventif dari Pemkot Jakarta Utara ini membuktikan bahwa penanganan banjir membutuhkan aksi nyata di lapangan.

Bagaimana dengan kesiapan saluran penghubung di lingkungan rumahmu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU