JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan hutan beton seperti Jakarta Pusat bisa menghasilkan panen sayuran segar hingga lebih dari satu ton?
Mungkin terdengar mustahil, tetapi inilah kenyataan manis yang baru saja terjadi.
Di tengah padatnya gedung pencakar langit dan kemacetan ibu kota, semangat ketahanan pangan warga rupanya terus bersemi.
Tepat pada Senin (30/3/2026), sebuah pencapaian luar biasa berhasil dicetak. Sekitar 1,2 ton hasil bumi yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, hingga palawija sukses dipanen dari 58 lokasi urban farming atau pertanian perkotaan yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi pelestarian lingkungan kota, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam melawan masalah gizi kronis atau stunting yang masih membayangi sebagian warga DKI Jakarta.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, membagikan rincian menakjubkan dari hasil panen raya kali ini.
Angka 1,2 ton tersebut bukanlah sekadar klaim, melainkan hasil dari kerja keras kolektif warga yang secara konsisten merawat lahan terbatas mereka.
Witri membeberkan bahwa mayoritas hasil panen didominasi oleh sayur-mayur segar yang mencapai total berat 820,3 kilogram.
Varietas sayuran yang dipanen sangat beragam dan kaya gizi, mulai dari kangkung, bayam, sawi, kailan, selada, cabai, terong, tomat, hingga pare.
Tidak berhenti di komoditas sayuran saja, lahan sempit di ibu kota ini rupanya juga bersahabat bagi tanaman buah dan palawija.
Sebanyak 181,2 kilogram buah-buahan segar seperti mangga, sukun, timun suri, anggur, labu, dan jeruk berhasil dipetik dari kebun-kebun warga.
Sementara itu, untuk tanaman palawija, warga sukses mengumpulkan 19,4 kilogram hasil bumi yang terdiri dari singkong, ubi jalar, sorgum, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menariknya, integrasi urban farming ini juga mencakup sektor perikanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta