JAKARTA - Memasuki puncak musim hujan, rasa waswas akan ancaman banjir atau genangan air kerap menghantui warga ibu kota.
Apakah kamu salah satu warga Jakarta Utara yang sering merasa cemas saat awan mendung mulai menggumpal?
Kabar baiknya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus bergerak cepat untuk memberikan rasa aman.
Saat ini, perbaikan turap Saluran Penghubung (Phb) Kelapa Lilin yang berlokasi di Jalan Kelapa Lilin Timur, RW 12, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, menunjukkan progres fisik yang sangat positif.
Hingga hari ini, pengerjaannya telah mencapai 80 persen dan diproyeksikan akan tuntas sepenuhnya pada awal bulan April 2026 mendatang.
Baca juga: Panen Raya 1,2 Ton di Jakarta Pusat, Bukti Urban Farming Jadi Solusi Ampuh Cegah Stunting
Bagi warga Pegangsaan Dua dan sekitarnya, saluran Phb Kelapa Lilin bukanlah sekadar parit biasa, melainkan urat nadi drainase yang sangat vital untuk menampung dan mengalirkan debit air hujan menuju hilir.
Ketika struktur turap ini bermasalah, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar berupa limpasan air yang mengganggu mobilitas harian.
Oleh karena itu, percepatan penyelesaian proyek ini menjadi angin segar yang sudah lama dinantikan warga.
Mengapa turap infrastruktur ini harus segera mendapat penanganan menyeluruh?
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi, membeberkan fakta teknis di balik kerusakan struktur tersebut.
Menurutnya, ambrolnya turap di kawasan Kelapa Lilin ini disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di Jakarta belakangan ini.
Hujan deras yang terus-menerus mengguyur membuat fondasi tanah menjadi labil dan kehilangan daya ikatnya.
Selain faktor cuaca yang ekstrem, kondisi bangunan infrastruktur yang sudah lama juga menjadi penyumbang utama kerusakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta