Senin, 02 MARET 2026 • 10:00 WIB

Gubernur Pramono Anung Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadhan 1447 H Meski Ada Ancaman Global

Author

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Dessy Suciati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu membawa euforia dan kehangatan tersendiri bagi warga DKI Jakarta.

Namun, di balik antusiasme menyambut bulan penuh berkah ini, ada satu kekhawatiran klasik yang rutin menghantui pikiran banyak keluarga, yaitu ancaman kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok.

Apalagi, tahun ini situasi diperburuk oleh bayang-bayang ketegangan geopolitik internasional yang turut memanaskan iklim ekonomi global.

Tapi, buat kamu warga ibu kota, tarik napas dalam-dalam dan tidak perlu panik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan kepastian yang melegakan bahwa stok pangan di Jakarta selama Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dipastikan sangat aman dan memadai.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Publik saat Idulfitri, Ada Diskon Mall hingga 70 Persen!

Kepastian ini menjadi angin segar di tengah berbagai spekulasi pasar yang mulai beredar.

Menjelang hari-hari besar keagamaan nasional, kurva permintaan pasar terhadap komoditas pangan esensial seperti beras, daging sapi, telur ayam, hingga cabai dan bawang selalu meroket tajam.

Lonjakan permintaan inilah yang kerap kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menimbun barang dan mempermainkan harga demi meraup keuntungan berlipat.

Mengantisipasi siklus tahunan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat dan terukur.

Gubernur Pramono Anung secara tegas memastikan bahwa kebutuhan utama warga saat Ramadhan hingga hari raya Idulfitri 1447 H nanti bukan hanya tersedia, tetapi juga jumlahnya melebihi batas kecukupan minimal.

"Kebutuhan utama saat Ramadhan hingga hari raya Idulfitri dipastikan tersedia, bahkan lebih dari mencukupi," jelas Pram.

Pernyataan ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur ketahanan pangan Jakarta.

Sebagai contoh pendukung, stabilitas pasokan di ibu kota selalu dikawal oleh sinergi kuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan.

PT Food Station Tjipinang Jaya bersiaga mengamankan cadangan beras premium maupun medium, Perumda Dharma Jaya memaksimalkan kapasitas cold storage untuk pasokan daging dan protein hewani, serta Perumda Pasar Jaya yang memastikan jalur distribusi berjalan lancar ke ratusan pasar tradisional di seluruh penjuru ibu kota.

Sinergi inilah yang menjadi tameng utama warga Jakarta dari ancaman kelangkaan pangan di lapangan.

Ketersediaan barang yang melimpah di gudang tidak akan banyak berarti jika harganya di tingkat pengecer tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, langkah preventif pengendalian harga menjadi fokus utama berikutnya.

Hingga saat ini, pihak Pemprov DKI terus melakukan pemantauan intensif secara berkala dari satu pasar ke pasar lainnya untuk memastikan belum ada pergerakan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

Baca juga: Sambut HUT DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung Siap Gelar Haul Ulama Betawi di Monas hingga Tambah Sekolah Swasta Gratis!

Pramono Anung sangat menyadari bahwa fluktuasi harga kebutuhan pokok di momen keagamaan adalah salah satu penyumbang terbesar angka inflasi daerah. Ia berharap harga di pasaran tetap terjaga dalam batas kewajaran, sehingga tidak sampai memicu efek inflasi yang membebani daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.

"Saya tetap memantau. Mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik," ucap Pram saat memberikan keterangan pada Minggu (1/3/2026).

Data historis perekonomian Jakarta menunjukkan bahwa inflasi pada bulan Ramadhan mayoritas disumbang oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau.

Dengan pemantauan langsung dari pimpinan daerah, mata rantai distribusi yang terlalu panjang bisa segera dipangkas.

Jika nantinya ditemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga yang merugikan masyarakat, pemerintah daerah tentu sudah menyiapkan skema seperti Operasi Pasar Murah sebagai langkah intervensi.

Tujuannya, memastikan kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam hanya untuk menyajikan hidangan sahur dan berbuka puasa.

Satu hal krusial yang membedakan Ramadhan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah tingginya eskalasi ketegangan global.

Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bukan lagi sekadar berita luar negeri biasa, melainkan sebuah variabel ekonomi nyata yang harus diwaspadai.

Ketegangan di Timur Tengah ini diakui secara terbuka oleh Pram bakal berdampak langsung terhadap kondisi perekonomian makro.

"Saya katakan bahwa ekonomi global, tekanan itu pasti akan terjadi karena perang yang terjadi saat ini," ungkap Pram.

Secara alur logis ekonomi, ketika wilayah Timur Tengah memanas, harga minyak mentah dunia cenderung melonjak secara drastis.

Kenaikan harga energi ini otomatis akan mengerek naik biaya logistik, ongkos angkut kapal, dan distribusi barang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Rantai pasok (supply chain) internasional yang terganggu bisa menyebabkan komoditas bahan baku impor yang banyak dikonsumsi di Jakarta, seperti gandum, kedelai, hingga gula pasir, berpotensi mengalami penyesuaian harga produksi.

Meski demikian, pemahaman dan transparansi pemerintah daerah terhadap risiko global ini patut diapresiasi.

Baca juga: Waspada Rumah Kosong Dibobol, Gubernur Pramono Anung Minta Warga Lapor RT/RW Sebelum Mudik Lebaran

Dengan memetakan adanya tekanan dari luar sejak dini, langkah mitigasi di tingkat lokal bisa dioptimalkan.

Jakarta telah memproyeksikan berbagai skenario dan menyiapkan cadangan penyangga agar guncangan geopolitik dari luar negeri tidak langsung menghantam daya beli warganya secara frontal.

Langkah strategis dan jaminan dari Pemprov DKI Jakarta ini tentunya tidak akan berjalan maksimal tanpa diimbangi oleh perilaku konsumen yang bijak.

Kunci utama untuk melewati bulan Ramadhan dan menyambut Idulfitri tanpa gejolak harga adalah ketenangan dari masyarakat itu sendiri.

Fenomena panic buying atau memborong barang belanjaan dalam jumlah yang sangat berlebihan justru akan menciptakan kelangkaan semu yang pada akhirnya memicu kenaikan harga yang merugikan kita semua.

Buat kamu yang mulai menyusun daftar belanja bulanan, belilah kebutuhan secukupnya sesuai dengan porsi konsumsi wajar keluarga.

Percayakan pengendalian pasokan kepada pemerintah yang telah memberikan jaminan langsung.

Mari kita sambut bulan suci Ramadhan 1447 H ini dengan pikiran yang jernih dan persiapan yang matang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah yang menjaga stabilitas pasokan dan kamu yang berbelanja dengan bijaksana, dinamika ekonomi lokal maupun global dijamin tidak akan mengurangi kekhusyukan dan kehangatan momen Idulfitri tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU