Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 12:00 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung Siap Gelar Haul Ulama Betawi di Monas hingga Tambah Sekolah Swasta Gratis!

Author

Gubernur Pramono Anung dalam Acara Safari Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, Mampang Prapatan (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang tidak hanya meriah dengan gemerlap panggung hiburan panggung, pesta kembang api, atau festival kuliner semata?

Tahun ini, nuansa yang jauh lebih sejuk dan penuh makna tampaknya akan menghiasi jantung ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja membocorkan sebuah rencana besar yang sukses memantik perhatian warga dan menjadi perbincangan hangat. 

Bukan sekadar perayaan biasa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar acara haul akbar khusus untuk para ulama Betawi, dan menariknya, acara ini akan dipusatkan di kawasan ikonis kebanggaan warga, yakni Monumen Nasional (Monas).

Langkah strategis ini menjadi gebrakan baru yang tidak hanya menyegarkan dahaga spiritual warga metropolis, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan mendalam atas warisan sejarah dan syiar Islam di tanah Betawi yang kerap terlupakan di tengah modernisasi kota.

Baca juga: Waspada Rumah Kosong Dibobol, Gubernur Pramono Anung Minta Warga Lapor RT/RW Sebelum Mudik Lebaran

Rencana monumental ini diungkapkan langsung oleh Pramono Anung saat ia menghadiri kegiatan Safari Ramadhan sekaligus acara buka puasa bersama warga di Masjid Al Istiqomah, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026).

Di hadapan para jemaah yang hadir, orang nomor satu di Jakarta tersebut menegaskan komitmennya untuk menghargai pilar-pilar sejarah kota, khususnya para tokoh agama.

"Sebagai Gubernur Jakarta, saya akan mengusulkan, dalam rangka menyambut hari ulang tahun Jakarta setiap bulan Juni, maka saya akan mengusulkan dan akan diadakan haul bagi ulama-ulama Betawi yang telah memberikan kontribusi bagi penyebaran agama Islam di Jakarta dengan baik," ujar Pramono.

Kebijakan ini tentu menjadi kabar gembira bagi kamu yang sudah lama rindu melihat ruang publik di Jakarta dimanfaatkan untuk kegiatan kerohanian yang menyatukan.

Pramono meyakini betul bahwa acara haul tersebut akan memberikan dampak positif yang masif, tidak hanya bagi masyarakat luas, tetapi juga bagi internal Pemprov DKI Jakarta sendiri. 

Menurut pandangannya, hubungan yang harmonis, sinergis, dan saling menghormati antara ulama, umara (pemimpin pemerintahan), serta elemen masyarakat adalah kunci utama terciptanya ketenangan dan kesejukan di ibu kota.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pramono pun menyampaikan keinginannya untuk menjaga agar dinamika kehidupan keumatan di Jakarta bisa terus berjalan dengan baik dan fasilitatif.

Oleh karena itu, ia secara terbuka mengizinkan berbagai kegiatan keagamaan untuk kembali diselenggarakan di area Monumen Nasional (Monas). 

Dengan dibukanya akses Monas untuk kegiatan keagamaan, ia berharap akan tercipta ketenteraman batin di tengah masyarakat Jakarta yang sehari-harinya dihadapkan pada ritme hidup yang serba cepat dan penuh tekanan.

Namun, kepemimpinan Pramono Anung tidak hanya berfokus pada urusan keumatan semata.

Momen Safari Ramadhan tersebut juga dimanfaatkannya untuk memaparkan rapor kinerjanya selama satu tahun terakhir.

Ia gencar membenahi berbagai pekerjaan rumah (PR) infrastruktur peninggalan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang sempat mangkrak.

Kalau kamu sering melintasi jalanan protokol Jakarta dan kerap merasa risih dengan tiang-tiang monorel yang terbengkalai selama bertahun-tahun, kini kamu bisa bernapas lega.

Baca juga: Bikin Bising Warga, Gubernur Pramono Anung Resmi Larang Izin Baru Lapangan Padel di Kawasan Perumahan

Pemprov DKI tengah mengeksekusi pembongkaran tiang-tiang usang tersebut agar tata kota kembali bersih dan estetik.

Selain itu, proyek krusial lainnya juga terus dikebut, seperti pembangunan jembatan penghubung strategis antara Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Ancol. 

Jembatan ini diproyeksikan akan mengurai kemacetan parah saat ada event berskala besar. Tidak ketinggalan, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan RS Sumber Waras juga sedang berjalan, diiringi dengan upaya-upaya sosiokultural untuk menyatukan seluruh elemen kaum Betawi.

Berbicara soal Jakarta, rasanya sangat mustahil jika kita tidak menyinggung masalah kemacetan lalu lintas.

Pemprov DKI Jakarta di bawah arahan Pramono memahami betul bahwa solusi kemacetan tidak bisa hanya difokuskan di dalam wilayah administratif Jakarta saja. 

Pergerakan jutaan komuter dari daerah penyangga setiap harinya adalah sumber utama penumpukan volume kendaraan.

Sebagai solusinya, sektor transportasi menjadi perhatian serius. Layanan transportasi massal andalan, Transjabodetabek, kini terus diperluas jangkauannya hingga masuk lebih dalam ke daerah-daerah penyangga ibu kota.

Kebijakan perluasan rute ini dirancang khusus agar warga dari wilayah aglomerasi semakin dimudahkan dan akhirnya bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.

Jika peralihan ini sukses, masalah kemacetan klasik yang selama ini belum terselesaikan perlahan bisa terurai.

Di balik gemerlapnya gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan mewah, isu kesenjangan sosial masih menjadi tantangan nyata.

Menyadari hal krusial ini, Pramono memosisikan sektor pendidikan sebagai senjata utama untuk memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan di Jakarta.

Berbagai program jaring pengaman sosial di bidang pendidikan dipastikan berjalan tepat sasaran, mulai dari pendistribusian Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Hal yang paling menarik dan patut kamu apresiasi adalah kebijakan terobosan berupa program "pemutihan ijazah". 

Program ini hadir sebagai penyelamat bagi banyak lulusan sekolah yang ijazahnya sempat ditahan oleh pihak sekolah karena terbentur masalah tunggakan biaya pendidikan. 

Baca juga: Tiang Monorel "Abadi" Jalan HR Rasuna Said Dibongkar Total, Pramono Anung Siapkan Trotoar Cantik Bebas PKL dan Parkir Liar Ojol pada Juni 2026

Tanpa ijazah, anak-anak ini kesulitan mencari pekerjaan yang layak. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun ini, Pemprov DKI Jakarta juga resmi menambah kuota dan jumlah sekolah swasta gratis.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para orang tua, memastikan bahwa setiap anak di Jakarta berhak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa harus pusing memikirkan biaya.

Dari rencana menggelar haul ulama Betawi yang menyejukkan hati, menuntaskan proyek mangkrak, hingga memperluas akses transportasi dan sekolah gratis, langkah-langkah Pramono Anung menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan warga.

Mari kita nantikan bersama bagaimana wajah baru Jakarta pada perayaan HUT bulan Juni mendatang.

Apakah kamu sudah siap menyambut Jakarta yang lebih humanis, religius, dan sejahtera?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU