JAKARTA - Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan menyapa umat Muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali di hiruk-pikuk ibu kota.
Bagi kamu para pelajar maupun orang tua di wilayah DKI Jakarta, bersiaplah menyambut ritme aktivitas yang sedikit berbeda dari biasanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan kebijakan penyesuaian jam belajar mengajar untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Langkah strategis ini diambil bukan sekadar sebagai rutinitas tahunan, melainkan bentuk dukungan penuh agar para siswa dapat lebih fokus menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, kebijakan ini dirancang agar waktu berkumpul bersama keluarga di rumah menjadi lebih berkualitas dan tak terpotong kelelahan setelah seharian di sekolah.
Baca juga: Tembok Roboh Timpa SMPN 182 di Kalibata, Disdik DKI Jakarta Targetkan Perbaikan Rampung Pekan Depan
Kebijakan pemangkasan jam sekolah ini tentu menjadi kabar melegakan bagi para peserta didik yang sedang berlatih atau sudah penuh menjalankan puasa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran tatap muka di lingkungan sekolah akan diakhiri jauh lebih awal dibandingkan jadwal reguler harian.
"Jadi jamnya sampai terakhir itu paling lambat adalah jam 14.00," tegas Nahdiana saat memberikan keterangan resmi di Balai Kota DKI Jakarta.
Keputusan memulangkan siswa maksimal pada pukul dua siang ini bukanlah inisiatif daerah semata.
Nahdiana menjelaskan bahwa penyesuaian jam operasional sekolah tersebut merujuk secara langsung pada Surat Edaran (SE) bersama yang diterbitkan oleh jajaran pemerintah pusat.
Aturan ini merupakan hasil kesepakatan lintas sektoral dari tiga kementerian sekaligus, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Agama (Kemenag).
Dengan adanya sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, Disdik DKI Jakarta memastikan seluruh sekolah negeri dan swasta dapat menerapkan aturan jam pulang yang seragam.
Harapannya, ruang untuk pendidikan karakter di luar kelas menjadi lebih luas.
Siswa didorong untuk melakukan ragam aktivitas positif di sore hari, seperti mengikuti kegiatan keagamaan di sekitar rumah atau sekadar beristirahat.
"Karena untuk memberikan ruang pembelajaran mandiri bersama keluarga, bersama masyarakat di tempat ibadah masing-masing," tambah Nahdiana, menyoroti pentingnya peran ekosistem sosial dalam membentuk mental siswa selama bulan suci Ramadhan.
Perubahan jam operasional sekolah otomatis akan berdampak langsung pada peta pergerakan mobilitas warga Jakarta.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa sekadar membatasi jam pendidikan saja tidaklah cukup; mitigasi arus lalu lintas menjadi agenda krusial yang harus disiapkan matang-matang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya.
Baca juga: Buka Puasa di Kereta MRT Jakarta Kini Diperbolehkan, Catat Syarat dan Aturannya!
Langkah preventif ini dinilai sangat penting guna mengurai potensi kemacetan parah yang kerap melanda ruas-ruas jalan arteri Jakarta menjelang waktu berbuka puasa, apalagi dengan maraknya tradisi warga mencari takjil.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur itu. Terutama dari jam-jam sore ketika mau berbuka puasa," papar Pramono memberikan jaminan kepada masyarakat ibu kota.
Berdasarkan data pantauan lalu lintas tahunan, momen Ramadan selalu memicu pergeseran tren jam sibuk (rush hour).
Jika pada hari kerja biasa kepadatan arus lalu lintas pagi memuncak pada rentang pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, selama bulan Ramadhan pergerakan kendaraan warga justru baru akan mencapai volume tertinggi pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan operasional di lapangan, Gubernur Pramono juga telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas yang diperlukan.
"Kami berkoordinasi, kemarin saya sudah meminta juga kepada Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan ini. Karena ini kan hal yang sudah rutin yang dijalani," pungkas Pramono.
Dengan pemangkasan jam sekolah yang memastikan siswa pulang lebih awal, ditambah skenario pengendalian lalu lintas yang terpadu, masyarakat Jakarta diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan jauh lebih khusyuk.
Bagi kamu yang memiliki aktivitas di sore hari, selalu pastikan untuk mengecek rute perjalanan dan bersabar di jalan agar tiba dengan selamat di rumah untuk menikmati hidangan berbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta