SMP Negeri 182 di Kalibata, Jakarta Selatan (Luthfia Miranda Putri/ANTARA)
JAKARTA - Sebuah rekaman kamera pengawas mendadak viral dan memicu kekhawatiran warganet, khususnya warga Jakarta Selatan, pada akhir pekan kemarin.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @jakartaselatan24jam tersebut memperlihatkan detik-detik mencekam saat tembok pembatas berukuran raksasa tiba-tiba ambruk dan menimpa area sekolah SMPN 182 Jakarta.
Debu tebal yang membumbung tinggi sesaat setelah reruntuhan menghantam tanah menjadi pemandangan yang mengerikan.
Insiden ini tentu membuat kamu bertanya-tanya, bagaimana nasib fasilitas pendidikan di kawasan Kalibata, Pancoran tersebut dan seberapa cepat penanganannya?
Beruntung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak cepat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama.
Insiden tembok roboh ini terjadi tepat pada hari Minggu (15/2/2026) pukul 11.22 WIB.
Tembok yang menjadi pembatas antara area sekolah dengan pemukiman warga tersebut ambruk seketika, menimpa pagar sekolah dan sebagian bangunan ruang piket.
Namun, kabar baik datang dari Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta yang tidak mau berlama-lama membiarkan kondisi ini.
Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Budiyono, memastikan bahwa proses perbaikan sedang dikebut.
Saat ditemui di Jakarta pada hari Senin (16/2), Budiyono menegaskan target penyelesaian yang sangat ketat.
"Ditargetkan tanggal 23 (Februari 2026) selesai," ujar Budiyono dengan optimis.
Artinya, hanya butuh waktu sekitar satu minggu bagi tim gabungan untuk memulihkan kondisi fisik di lokasi kejadian agar kembali normal seperti sedia kala.
Berdasarkan investigasi di lapangan, insiden ini bukan disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem semata, melainkan kombinasi kondisi struktur tanah dan bangunan tua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA