Video Mapping di Gelaran Jakarta Light Festival (Risky Syukur/ANTARA)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan dinding-dinding kusam nan bersejarah di Kota Tua tiba-tiba hidup, bergerak, dan bercerita melalui permainan cahaya yang megah?
Jika kamu sedang mencari cara berbeda untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili malam ini, maka kawasan Kota Tua adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan atraksi visual memukau melalui "Jakarta Light Festival" yang siap mengubah wajah bangunan kolonial menjadi kanvas seni digital yang futuristik.
Suasana magis ini bukan sekadar isapan jempol. Mulai Senin (16/2/2026) sore ini, kawasan Taman Fatahillah disulap menjadi panggung pertunjukan cahaya yang sayang untuk dilewatkan.
Bagi warga Jakarta yang ingin merasakan perpaduan unik antara nuansa sejarah Batavia dan teknologi visual modern, inilah momen yang tepat untuk mengajak teman, pasangan, atau keluarga menikmati malam yang berbeda di jantung ibu kota.
Acara yang bertajuk "Chinese New Year Edition" ini dipusatkan tepat di depan Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih akrab disebut Museum Fatahillah.
Berdasarkan konfirmasi dari Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, festival ini tidak hanya berlangsung sebentar.
Rangkaian acara telah dimulai sejak pukul 16.00 WIB dan akan terus memeriahkan suasana hingga pukul 22.00 WIB.
Namun, ada satu momen kunci yang harus kamu catat agar tidak ketinggalan atraksi utamanya.
Denny menegaskan bahwa pertunjukan utama berupa video mapping akan dimulai tepat pada pukul 19.15 WIB.
"Pertunjukan 'video mapping' akan digelar pada pukul 19.15 WIB," ujar Denny
Bagi kamu yang belum familier, video mapping adalah sebuah teknik proyeksi visual canggih yang menggunakan sorotan cahaya proyektor tingkat tinggi untuk mengubah objek tiga dimensi menjadi layar tampilan yang dinamis.
Teknologi ini mampu menyesuaikan gambar secara presisi dengan tekstur, jendela, dan pilar bangunan, menciptakan ilusi optik seolah-olah gedung tersebut runtuh, bergetar, atau berubah bentuk mengikuti alur cerita dan musik yang dimainkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA