Stasiun MRT (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu terjebak di dalam perjalanan komuter sepulang kerja tepat saat adzan magrib berkumandang?
Bagi warga Jakarta yang memiliki mobilitas tinggi, momen berbuka puasa di tengah kemacetan atau di dalam transportasi umum sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Terkadang, menahan dahaga lebih lama menjadi satu-satunya pilihan karena ketatnya aturan makan dan minum di fasilitas publik. Namun, kamu kini tidak perlu khawatir lagi.
Menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) membawa kabar gembira dengan menerapkan kebijakan khusus yang sangat mendukung kenyamanan penumpang yang sedang berpuasa.
Kebijakan pelonggaran ini dirancang khusus sebagai bentuk dukungan nyata bagi para pengguna jasa MRT yang sedang menjalankan ibadah, khususnya saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan.
Baca juga: Kabar Gembira! Kapasitas Park and Ride MRT Lebak Bulus Diperluas Berkali Lipat
Kini, kamu diperbolehkan untuk membatalkan puasa saat masih berada di dalam kereta kebanggaan Jakarta, Ratangga.
Tidak hanya di dalam kereta, area berbayar (paid concourse) seperti peron dan beranda peron juga termasuk dalam zona yang diizinkan untuk aktivitas pembatalan puasa ini.
Setelah membatalkan puasa secukupnya, tata tertib stasiun mengarahkan penumpang untuk segera melanjutkan kegiatan makan dan minum yang lebih berat di area beranda peron yang tidak berbayar (unpaid concourse).
Langkah proaktif ini diambil oleh pihak pengelola guna memastikan sirkulasi pergerakan penumpang tetap lancar dan standar kebersihan area stasiun tetap terjaga secara optimal.
Meski diberikan kelonggaran, ada aturan main yang wajib kamu patuhi demi kenyamanan bersama para penumpang lainnya.
Sebagai contoh, untuk mencegah risiko cairan tumpah yang dapat membuat lantai lengket dan mengganggu kebersihan fasilitas kereta, penumpang memiliki batasan menu yang sangat ketat.
Kamu hanya diperbolehkan membatalkan puasa menggunakan air putih dan buah kurma.
Selain itu, durasi waktu yang diberikan pun dibatasi maksimum 10 menit setelah adzan magrib berkumandang, khususnya jika kamu masih berada di dalam kereta atau di area berbayar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta