Bikin Bangga Jakarta! Pelajar SMP Asal Jaktim Borong 4 Emas di Ajang Panahan Internasional ASCI 2026
JAKARTA - Kabar membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Ibu Kota. Siapa bilang prestasi gemilang di kancah internasional hanya milik atlet senior?
Buktinya, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Jakarta Timur sukses membuat bendera Indonesia berkibar tinggi.
Muhammad Sakhi Athaillah, atlet junior panahan DKI Jakarta, baru saja menorehkan sejarah pribadi yang luar biasa dengan memborong empat medali emas sekaligus dalam ajang bergengsi ASCI Open 3 International Archery Championship 2026.
Prestasi ini tak hanya mengharumkan nama sekolah dan klubnya, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda di Jakarta sedang berada di jalur yang tepat.
Kejuaraan yang berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di Lapangan Baseball Japanese Club Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini bukanlah kompetisi sembarangan.
Ajang ini mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi, serta peserta mancanegara dari Singapura, Malaysia, India, dan Amerika Serikat.
Di tengah persaingan ketat tersebut, Sakhi tampil mendominasi.
Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudinpora) Jakarta Timur, Sunyoto, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ia menjelaskan bahwa Sakhi tampil begitu impresif, terutama di kategori spesialisnya, yakni Recurve U-15 jarak 40 meter putra.
Dominasi Sakhi sudah terlihat sejak babak kualifikasi dimulai.
Pada fase awal tersebut, Sakhi langsung tancap gas dengan mencatatkan nilai tertinggi atau best score sebesar 673 poin.
Angka ini mengantarkannya meraih emas pertama. Tak berhenti di situ, mental juara Sakhi kembali diuji pada nomor eliminasi individu putra.
Dengan ketenangan yang luar biasa, ia berhasil menyisihkan lawan-lawannya dan mengamankan emas kedua.
Kemenangan Sakhi semakin lengkap saat ia turun di nomor beregu.
Bersama dua rekannya, Raqilla Irsyam Rosyadi dan Ziqra Zein Tubagus Chan, trio pemanah muda ini tampil solid di nomor Beregu Putra dan menyabet emas ketiga dengan total skor fantastis, yakni 1.983.
Prestasi Sakhi tidak hanya bersinar di nomor individu dan beregu putra. Chemistry yang kuat juga ia tunjukkan saat berpasangan dengan Syakila Razati Kamilia di nomor beregu campuran atau Mix Team.
Duet maut ini berhasil mengumpulkan skor 1.320, yang memastikan keping emas keempat mendarat di tangan Sakhi.
Sunyoto menambahkan bahwa selain empat emas, Sakhi juga membawa pulang satu medali perunggu dari kategori yang lebih menantang, yakni kategori Umum.
Bersama Muhammad Rasya Tadayon dan Raynard Alvin Mutammim, Sakhi meraih posisi ketiga di nomor Beregu Putra Recurve Umum jarak 70 meter dengan total skor 1.836.
Capaian ini membuktikan bahwa Sakhi mampu bersaing bahkan di level jarak yang lebih jauh dan kategori yang lebih terbuka.
Di balik kilau medali emas yang diraihnya, Sakhi ternyata sempat merasakan ketegangan yang luar biasa.
Sebagai seorang pelajar di Budi Cendekia Islamic School, ajang ASCI 2026 ini merupakan pengalaman pertamanya terjun di kejuaraan bertaraf internasional.
Tekanan membawa nama daerah dan klub tentu menjadi beban tersendiri bagi remaja seusianya.
"Rasa gugup pasti ada, apalagi ini pertama kalinya saya ikut kejuaraan internasional. Tapi Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan orang tua serta bimbingan pelatih, saya bisa mengatasinya dan fokus ke target," ungkap Sakhi dengan rendah hati.
Dukungan keluarga memang menjadi faktor kunci. Sakhi merupakan putra dari pasangan Taufik Yulianto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, dan Febriana Dwitasari.
Konsistensi prestasi Sakhi sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun lalu.
Pada Desember 2025, ia juga sukses menyapu bersih lima medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Klub di Kudus, Jawa Tengah.
Kesuksesan Sakhi tidak lepas dari tangan dingin para pelatih di DAD Archery Club. Denny Decko, pemilik klub yang juga menjabat sebagai Head Coach Tim Nasional Singapura, mengungkapkan rasa bangganya terhadap talenta muda yang dimiliki klubnya.
Ia berharap prestasi Sakhi bisa menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus berprestasi di level lokal maupun global.
Hal senada disampaikan oleh Devi Syah Putra, pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club.
Ia memaparkan bahwa kontribusi empat emas dari Sakhi sangat krusial dalam mengantarkan klub mereka menjadi Juara Umum.
Secara total, DAD Archery Club berhasil mengumpulkan 10 medali emas, 4 perak, dan 12 perunggu dalam ajang ASCI Open 2026 ini.
Prestasi Muhammad Sakhi Athaillah ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga Jakarta.
Baca juga: Momen Haru di Lebak Bulus: Puluhan Satri Difabel Terima Kado Spesial Jelang Ramadhan 1447 H
Kita patut berbangga, karena dari tangan dingin anak-anak muda inilah masa depan olahraga Indonesia akan terus bersinar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta