JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk kesibukan Jakarta Selatan, terdapat sebuah oase ketenangan yang menyimpan semangat juang luar biasa di Jalan Manunggal Jaya, Kelurahan Lebak Bulus.
Di sanalah berdiri Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah, tempat di mana keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti pesantren tersebut pada Selasa (17/2/2026), ketika puluhan paket bantuan datang membawa harapan baru bagi para santriwati di sana, tepat menjelang bulan suci Ramadhan.
Kepedulian sosial yang nyata kembali ditunjukkan oleh kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi profesi.
Sebanyak 52 paket sembako dan uang tunai disalurkan secara langsung kepada para santriwati dan pengurus pesantren.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bukti konkret bahwa semangat gotong royong warga Jakarta masih menyala terang, terutama dalam memperhatikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Penyaluran bantuan ini merupakan inisiasi dari Bank Mandiri Taspen yang menggandeng Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI).
Langkah mulia ini mendapat sorotan positif dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Hadir langsung di lokasi, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif tersebut.
Tomy menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menyejahterakan masyarakat. Kolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi masyarakat sangat diperlukan untuk menjangkau titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kami dari jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan yang telah peduli terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Tomy di lokasi acara.
Lebih lanjut, Tomy menekankan bahwa momentum pemberian bantuan ini sangat tepat.
Dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kebutuhan operasional pesantren dan kebutuhan harian para santri tentu akan meningkat.
Bantuan ini diharapkan bisa menjadi penyangga yang meringankan beban pengurus pesantren.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta