Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 18:06 WIB

Momen Haru di Lebak Bulus: Puluhan Satri Difabel Terima Kado Spesial Jelang Ramadhan 1447 H

Author

Santunan Satri Difabel di Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Luthfi Fathullah, Lebak Bulus (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk kesibukan Jakarta Selatan, terdapat sebuah oase ketenangan yang menyimpan semangat juang luar biasa di Jalan Manunggal Jaya, Kelurahan Lebak Bulus.

Di sanalah berdiri Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah, tempat di mana keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti pesantren tersebut pada Selasa (17/2/2026), ketika puluhan paket bantuan datang membawa harapan baru bagi para santriwati di sana, tepat menjelang bulan suci Ramadhan.

Kepedulian sosial yang nyata kembali ditunjukkan oleh kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi profesi.

Sebanyak 52 paket sembako dan uang tunai disalurkan secara langsung kepada para santriwati dan pengurus pesantren.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, "Jakarta Mengaji" Gelar Santunan Yatim di Tugu Proklamasi: Perkuat Adab Menuju Kota Global

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bukti konkret bahwa semangat gotong royong warga Jakarta masih menyala terang, terutama dalam memperhatikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Penyaluran bantuan ini merupakan inisiasi dari Bank Mandiri Taspen yang menggandeng Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI).

Langkah mulia ini mendapat sorotan positif dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Hadir langsung di lokasi, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif tersebut.

Tomy menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menyejahterakan masyarakat. Kolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi masyarakat sangat diperlukan untuk menjangkau titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus.

"Kami dari jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan yang telah peduli terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Tomy di lokasi acara.

Lebih lanjut, Tomy menekankan bahwa momentum pemberian bantuan ini sangat tepat.

Dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kebutuhan operasional pesantren dan kebutuhan harian para santri tentu akan meningkat. 

Bantuan ini diharapkan bisa menjadi penyangga yang meringankan beban pengurus pesantren.

"Menjelang dan saat Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, silaturahmi harus tetap dijaga dan ditingkatkan," tambah Tomy, mengajak kamu dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat rasa empati.

Kegiatan bakti sosial ini ternyata memiliki makna ganda. Selain menyambut Ramadhan, aksi solidaritas ini digelar dalam rangka tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI).

Alih-alih merayakannya dengan pesta pora, para advokat ini memilih untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang lebih membutuhkan.

Ketua Umum HAPI, Enita Adyalaksmita, menjelaskan filosofi di balik kegiatan ini. Menurutnya, kesibukan profesional tidak boleh membuat seseorang lupa akan tanggung jawab sosialnya.

Usia 33 tahun bagi sebuah organisasi adalah tanda kematangan, dan kematangan itu ditunjukkan dengan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Baca juga: Jaga Jakarta Adem Ayem, Gubernur Pramono Anung Tegas Larang Sahur On The Road dan Sweeping Selama Ramadhan

"Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama. Meskipun masing-masing sibuk dengan tugas-tugas penting, kita tidak melupakan sesama yang membutuhkan uluran tangan. Semoga ini memberikan manfaat besar bagi mereka dan bagi organisasi kita," ucap Enita dengan penuh harap.

Langkah HAPI ini menjadi contoh bahwa profesi hukum tidak hanya berkutat di ruang pengadilan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas masalah kesenjangan sosial.

Dampak dari bantuan ini sangat dirasakan oleh pihak penerima. Kepala Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah, Ayub Sahrul, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.

Pesantren ini memiliki spesialisasi dalam membimbing santri difabel, khususnya tunarungu, untuk menghafal Al-Qur'an.

Tantangan operasional di pesantren khusus tentu berbeda dan seringkali lebih kompleks dibandingkan pesantren reguler.

Ayub menyebutkan bahwa donasi sembako dan uang tunai ini sangat krusial untuk memastikan dapur pesantren tetap mengepul dan kebutuhan nutrisi para santri terpenuhi selama bulan puasa nanti.

"Kami sangat berterima kasih karena donasi yang diberikan sangat bermanfaat dan dibutuhkan para santri difabel di sini dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah," tandas Ayub.

Kunjungan ini memberikan pesan moral yang kuat bahwa di balik megahnya gedung-gedung Jakarta, masih banyak saudara kita yang berjuang dalam sunyi.

Dukungan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka untuk terus belajar dan berkarya melampaui keterbatasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU