Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 16:37 WIB

Jaga Jakarta Adem Ayem, Gubernur Pramono Anung Tegas Larang Sahur On The Road dan Sweeping Selama Ramadhan

Jaga Jakarta Adem Ayem, Gubernur Pramono Anung Tegas Larang Sahur On The Road dan Sweeping Selama RamadhanGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Suasana Jakarta belakangan ini terasa begitu dinamis. Di satu sisi, warga Ibu Kota tengah menikmati kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh warna, namun di sisi lain, aroma bulan suci Ramadhan sudah mulai tercium di depan mata.

Di tengah transisi momen besar ini, sebuah peringatan tegas namun menyejukkan datang dari Balai Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tidak main-main dalam memastikan keamanan dan kenyamanan warganya.

Ia secara terbuka mengeluarkan instruksi yang melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi memicu keributan, termasuk tradisi Sahur on the Road (SOTR) yang kerap disalahgunakan, hingga aksi sepihak seperti sweeping rumah makan.

Pesan ini menjadi sinyal kuat bagi kamu yang tinggal di Jakarta untuk bersiap menyambut bulan puasa dengan cara yang lebih bermartabat dan damai.

Pernyataan tegas ini disampaikan Gubernur Pramono pada Sabtu (14/2/2026), tepat di tengah antusiasme warga menyambut puncak Imlek.

Baca juga: Siap-Siap "War" Tiket! Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Segera Dibuka, Ini Jadwal dan Rute Lengkapnya

Ia menekankan bahwa prioritas utama Pemprov DKI Jakarta adalah menjaga kondusivitas wilayah.

Kegiatan yang selama ini dianggap tradisi oleh sebagian kelompok anak muda, seperti SOTR, sering kali justru berujung pada tawuran dan gangguan ketertiban umum di jalan raya.

Begitu pula dengan aksi sweeping ormas terhadap rumah makan yang buka di siang hari, yang dinilai dapat merusak kerukunan antarumat beragama.

Pramono menegaskan bahwa hal-hal yang menimbulkan kerawanan tidak akan mendapatkan izin, sementara kegiatan yang membawa kenyamanan justru akan didukung penuh.

Baginya, keamanan warga Jakarta adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, terutama di bulan yang seharusnya penuh berkah.

Konteks waktu peringatan ini juga sangat menarik untuk disimak. Saat ini, Jakarta sedang dalam periode perayaan Imlek yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Februari 2026, dengan puncaknya jatuh pada Selasa (17/2/2026).

Pramono ingin memastikan bahwa toleransi dan kedamaian terjaga di dua momen besar ini.

Ia meminta masyarakat untuk menghormati perayaan Imlek yang sedang berlangsung, sembari mempersiapkan diri untuk perubahan suasana kota. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Jaga Jakarta Adem Ayem, Gubernur Pramono Anung Tegas Larang Sahur On The Road dan Sweeping Selama Ramadhan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!