Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 18:46 WIB

Jelang Tahun Baru Imlek, Pasukan Oranye Adakan Kegiatan Bersih-Bersih di Vihara Viriya Bala

Author

Kegiatan Bersih-Bersih Vihara Viriya Bala, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Suasana berbeda tampak di lingkungan Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (16/2/2026) pagi.

Warna oranye menyala yang menjadi seragam kebanggaan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terlihat membaur harmonis dengan ornamen merah khas perayaan Tahun Baru Imlek.

Kehadiran mereka di sana bukan karena adanya insiden darurat atau bencana, melainkan sebuah aksi gotong royong yang menyejukkan hati.

Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi di ibu kota bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan tindakan nyata yang menyentuh hingga ke akar rumput.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada esok hari, Selasa (17/2/2026), sebuah sinergi apik terjalin antara pemerintah setempat dan pengurus rumah ibadah.

Baca juga: Pastikan Tak Ada Larangan Dagang di Glodok Jelang Perayaan Imlek, Rano Karno: Kita Atur Biar Makin Cuan!

Jika biasanya kamu melihat Pasukan Oranye sibuk dengan saluran air atau memangkas pohon tumbang, kali ini mereka memiliki misi khusus: memastikan Vihara Viriya Bala bersih, nyaman, dan siap menyambut jemaat yang akan melaksanakan ibadah.

Lurah Pekayon, Ahmad Bakri, menjelaskan bahwa pengerahan personel PPSU ini merupakan inisiatif kelurahan untuk turut serta menyukseskan perayaan hari besar keagamaan warganya.

Sebanyak 15 personel PPSU dikerahkan dengan peralatan lengkap untuk menyisir area vihara. 

Menurut Bakri, keterlibatan pihak kelurahan dalam kegiatan ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar kebersihan lingkungan, yakni untuk menjalin dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama di wilayah Pasar Rebo.

"Saudara-saudara kita besok akan merayakan Imlek. Untuk itu, kami membantu kegiatan bersih-bersih vihara dengan mengerahkan 15 personel Pasukan Oranye," ujar Ahmad Bakri saat memantau kegiatan tersebut.

Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah daerah yang hadir untuk semua golongan.

Di tengah dinamika kota metropolitan seperti Jakarta, aksi solidaritas seperti ini menjadi oase yang memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Bakri berharap, dengan lingkungan vihara yang asri dan bersih, para jemaat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sukacita.

Aksi "serbuan" bersih-bersih ini disambut dengan tangan terbuka dan rasa haru oleh pihak pengelola vihara.

Ketua Majelis Vihara Viriya Bala, Sunardi Lukman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kelurahan Pekayon.

Ia tidak menyangka bahwa perhatian yang diberikan oleh pemerintah setempat begitu besar menjelang hari raya mereka.

"Saya cukup terharu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Lurah yang telah mengoordinasikan kerja bakti ini. Hasilnya juga sangat baik," ungkap Sunardi.

Bagi komunitas Tionghoa di Pekayon, kehadiran PPSU bukan hanya membantu meringankan beban fisik dalam membersihkan area vihara yang luas, tetapi juga memberikan dukungan moral.

Baca juga: Darurat Tengah Malam? Ini 5 Klinik 24 Jam Terbaik di Jakarta Timur Berdasarkan Rating Google Maps dan Alamat Lengkapnya!

Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak merayakan Imlek sendirian, melainkan didukung oleh tetangga dan aparat pemerintahan di sekitar mereka.

Agar kegiatan berjalan efektif dan tidak mengganggu kesakralan area peribadatan utama, dilakukan pembagian tugas yang jelas antara petugas PPSU dan internal pengurus vihara.

Pengurus Yayasan Vihara Viriya Bala Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya, Liana, menjelaskan teknis gotong royong tersebut.

Area luar yang membutuhkan tenaga ekstra dan peralatan memadai menjadi tanggung jawab Pasukan Oranye.

"Petugas PPSU membantu membersihkan halaman depan dan akses jalan," jelas Liana.

Fokus mereka adalah memastikan akses masuk menuju vihara bebas dari sampah, dedaunan kering, maupun genangan air sisa hujan, sehingga jemaat yang datang merasa disambut dengan lingkungan yang resik.

Sementara itu, area inti peribadatan ditangani langsung oleh internal jemaat untuk menjaga kekhusyukan.

Liana menambahkan bahwa pembersihan Rupang Buddha dilakukan oleh para remaja jemaat vihara.

Dalam tradisi Buddha dan budaya Tionghoa, membersihkan Rupang Buddha memiliki makna filosofis yang dalam, yakni sebagai simbol pembersihan dan penyucian diri secara lahir dan batin sebelum memasuki tahun yang baru.

Kegiatan di Vihara Viriya Bala ini menjadi contoh kecil namun berdampak besar bagi wajah toleransi di Jakarta.

Ketika kamu melihat petugas berseragam oranye menyapu halaman vihara, itu adalah representasi dari Jakarta yang inklusif.

Jakarta bukan sekadar kota yang sibuk dengan urusan ekonomi, tetapi juga rumah yang ramah bagi keberagaman tradisi dan keyakinan.

Kerja bakti lintas instansi dan agama ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di DKI Jakarta.

Bahwa merawat kerukunan bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menyapu halaman bersama.

Baca juga: Bukan Sekadar Tontonan, Puluhan Film Pendek Pelajar Jakarta Sukses Pukau Wali Kota Jakpus di Festival Bergengsi

Dengan persiapan yang matang dan lingkungan yang bersih berkat bantuan Pasukan Oranye, Vihara Viriya Bala kini siap menyambut Tahun Baru Imlek dengan semangat baru dan harapan akan keberuntungan yang lebih baik bagi seluruh warga Jakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU