Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Siapa sih yang tidak kenal kawasan Glodok? Sebagai salah satu pusat sejarah, kuliner legendaris, hingga kadang dijuluki sebagai “Yaowarat”-nya Jakarta ini selalu punya daya tarik tersendiri.
Namun, jujur saja, pernahkah kamu merasa kesulitan saat berjalan kaki di sekitar Jalan Pancoran karena trotoar yang penuh sesak?
Antara lapak pedagang, parkir motor, dan pejalan kaki seringkali berebut ruang yang sama.
Kondisi semrawut ini memang menjadi "pekerjaan rumah" lama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Kabar baiknya, ada angin segar dari Balai Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, baru saja menegaskan rencana pembenahan kawasan ini dengan pendekatan yang jauh lebih humanis dan solutif.
Baca juga: Demi Maksimalkan Layanan Jakarta, Wagub Rano Karno Setujui Penambahan 200 PJLP Bina Marga
Rencana ini bukan tentang penggusuran paksa yang seringkali menjadi momok bagi para pedagang kecil.
Rano Karno menegaskan bahwa penataan Jalan Pancoran, Glodok, dan Taman Sari tidak akan mematikan mata pencaharian warga.
Fokus utamanya adalah "mengatur," bukan "melarang."
Dalam pernyataannya pada Rabu (11/2/2026), Wakil Gubernur Rano Karno menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat memahami denyut nadi ekonomi di kawasan Glodok.
Pihaknya menyadari bahwa keberadaan pedagang yang memanfaatkan pedestrian jalan adalah bagian dari ekosistem kawasan tersebut.
Namun, kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas juga tidak boleh dikorbankan.
"Kita akan atur, bukan kita larang. Biar makin cuan," tegas Rano Karno saat menjelaskan strategi pembenahan kawasan Jalan Pancoran.
Pernyataan ini menjadi kunci penting. Artinya, kamu tidak perlu khawatir akan hilangnya jajanan atau lapak favoritmu di sana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta