Jakarta Punya Spot Baru! Wagub Rano Karno Resmikan SDGs Corner Pertama Indonesia di Museum Bahari
JAKARTA - Siapa bilang museum hanya tempat menyimpan barang antik dan kenangan masa lalu yang berdebu?
Di Jakarta Utara, tepatnya di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, stigma itu baru saja dipatahkan.
Museum Bahari kini tidak hanya bercerita tentang kejayaan nenek moyang kita sebagai pelaut, tetapi juga menjadi gerbang untuk menatap masa depan bumi yang lebih baik.
Pada Sabtu (14/2/2026), Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi meluncurkan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru, menjadikan Museum Bahari sebagai museum pertama di Indonesia yang mengintegrasikan edukasi sejarah dengan isu-isu keberlanjutan global yang mendesak.
Dalam peresmian tersebut, Rano Karno yang didampingi oleh Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, dan sejumlah pejabat Pemprov DKI lainnya, menegaskan bahwa SDGs Corner bukan sekadar ruang pameran biasa.
Hal ini tentu menjadi ruang inklusif yang dirancang untuk mengajak kamu memahami tantangan dunia saat ini melalui kacamata maritim.
"SDGs Corner ini menghadirkan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian masyarakat maritim yang menjadi identitas Indonesia dan telah hidup serta berkembang selama berabad-abad," ujar Rano Karno di lokasi.
Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Museum Bahari Jakarta dengan United Nations (UN).
Tujuannya jelas, mengajak publik, terutama generasi muda seperti kamu, untuk tidak hanya kagum pada sejarah, tetapi juga peduli pada isu masa depan seperti perubahan iklim, kenaikan muka air laut, hingga ketahanan pangan.
Menariknya, Rano menekankan bahwa ruang ini sangat inklusif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan penyandang disabilitas mendapatkan ruang partisipasi yang setara, sehingga proses pembelajaran di sini bisa diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Mengapa SDGs Corner ini penting bagi Jakarta? Rano mengingatkan bahwa Jakarta adalah kota pesisir sekaligus salah satu kota tertua di Indonesia.
Identitas Jakarta tak bisa dipisahkan dari laut dan pelabuhan. Namun, sebagai kota pesisir, Jakarta menghadapi ancaman nyata.
"Tantangan ini menuntut arah pembangunan Jakarta yang berprinsip pada keberlanjutan dan keadilan, sejalan dengan semangat SDGs serta peran Jakarta sebagai kota global," tegas Bang Doel, sapaan akrab Rano Karno.
Isu-isu seperti banjir rob, penurunan muka tanah, hingga perlindungan kelompok rentan di pesisir menjadi topik yang relevan untuk didiskusikan di ruang ini.
Bahkan, Rano memberikan contoh konkret mengenai pekerjaan rumah Jakarta yang masih menumpuk, salah satunya soal Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Menurut data yang disampaikan Rano, sebuah kota yang nyaman idealnya memiliki 30 persen RTH. Sayangnya, Jakarta saat ini baru mencapai angka sekitar 5 persen.
Fakta tersebut menjadi "alarm" bagi kita semua. Melalui SDGs Corner, pengunjung diajak untuk sadar bahwa isu lingkungan seperti ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Baca juga: Menjelang HUT DKI Jakarta ke-500, Museum Bahari Hadirkan Pameran Seni Crimson Gilt yang Memukau
Pemerintah sendiri terus berupaya melakukan revitalisasi, termasuk pada tiga taman bernilai sejarah, demi mengejar ketertinggalan tersebut.
Kehadiran SDGs Corner di Museum Bahari ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak.
Direktur Musee ID, Nova Farida Lestari, mengungkapkan rasa bangganya karena Jakarta menjadi tuan rumah bagi inisiatif perdana ini di Tanah Air.
"Ini membuktikan bahwa museum harus berfungsi sebagai ruang edukasi, dialog, dan perubahan sosial, bukan sekadar penjaga warisan masa lalu," ungkap Nova.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PBB, Dinas Kebudayaan DKI, dan komunitas museum ini diharapkan menjadi percontohan.
Nova berharap langkah Museum Bahari ini bisa menginspirasi museum-museum lain di seluruh Indonesia, bahkan dunia, untuk mulai berkontribusi aktif terhadap isu kesejahteraan dan keberlanjutan.
Jadi, buat kamu yang sedang mencari destinasi akhir pekan yang "berisi", Museum Bahari kini menawarkan lebih dari sekadar wisata sejarah.
Di sini, kamu bisa menelusuri jejak masa lalu sambil mendiskusikan solusi untuk masa depan Jakarta dan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta