Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 09:19 WIB

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-500, Museum Bahari Hadirkan Pameran Seni Crimson Gilt yang Memukau

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-500, Museum Bahari Hadirkan Pameran Seni Crimson Gilt yang MemukauMuseum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara (Haryo Susanto/Wikipedia)

JAKARTA - Bayangkan kamu berdiri di tengah bangunan tua yang pernah menjadi jantung perdagangan rempah dunia, dikelilingi oleh instalasi seni yang memadukan kilau emas dan nuansa merah menyala.

Sensasi magis inilah yang ditawarkan oleh Museum Bahari di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mulai besok hari Sabtu (7/2/2026) hingga 7 April 2026 mendatang. 

Dalam rangka menyongsong usia emas ibu kota yang akan menginjak 500 tahun, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyajikan sebuah persembahan istimewa bertajuk Pameran Instalasi Seni Kontemporer Crimson Gilt.

Pameran ini menjadi sebuah lorong waktu yang dibalut estetika modern.

Hasil kolaborasi apik antara pemerintah Jakarta dan Kedutaan Besar Belanda ini menjadi destinasi wajib bagi kamu yang mencintai seni sekaligus ingin menyelami kembali akar sejarah kota Jakarta yang panjang dan penuh dinamika.

Baca juga: Asal-Usul Nama Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu: Benarkah untuk Menghapus Memori Kelam Masa Lalu?

Sentuhan Emas dan Memori Kolonial di Gudang VOC

Ketika kamu melangkah masuk ke area pameran, mata kamu akan dimanjakan oleh dominasi warna emas dan merah. 

Tema Crimson Gilt yang diusung oleh seniman Vincent Ruijters ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam.

Warna emas merepresentasikan kemakmuran dan kejayaan perdagangan masa lalu, sementara warna merah menjadi simbol memori kolonial yang tak bisa dilepaskan dari sejarah kota ini.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, yang meresmikan pameran ini menekankan bahwa pemilihan Museum Bahari sebagai lokasi pameran bukanlah kebetulan.

Gedung ini dahulunya adalah gudang milik Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC pada awal abad ke-17.

Dinding-dinding tebal museum ini adalah saksi bisu bagaimana Sunda Kelapa tumbuh menjadi pusat kekuasaan kolonial dan perdagangan global.

Dengan demikian, karya seni yang ditampilkan seolah berdialog langsung dengan ruang tempatnya berada, menciptakan suasana kontemplatif yang mengajak kamu merenungi identitas Jakarta yang sebenarnya.

Jakarta sebagai "Titik Kumpul" Jaringan Maritim Dunia

Lebih dari sekadar pameran seni, Crimson Gilt menegaskan posisi Jakarta dalam peta maritim dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-500, Museum Bahari Hadirkan Pameran Seni Crimson Gilt yang Memukau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!