Selada Pengantin (Seni Budaya Betawi)
JAKARTA - Saat ini, sudut-sudut Jakarta ramai dihiasi oleh restoran modern dan berbagai kafe estetik.
Perkembangan ibu kota yang telah melaju pesat lambat laun mengikis ingatan kita terhadap akar budaya asli setempat, termasuk kuliner khas Betawi yang kian terpinggirkan.
Di tengah kepungan tren makanan kekinian yang datang silih berganti, jajaran hidangan tradisional kini justru semakin langka dan jarang dijumpai.
Padahal, setiap resepnya menyimpan nilai sejarah mendalam serta limpahan cita rasa rempah yang tinggi.
Dalam artikel ini, kamu akan diajak menelusuri sekaligus bernostalgia dengan lima kuliner legendaris Betawi yang patut kita jaga kelestariannya agar tetap lestari melintasi zaman.
Baca juga: Mengenal Kerak Telor: Kuliner Legendaris Betawi yang Penuh Filosofi dan Makna Mendalam
Pembuatan dodol Betawi terkenal sangat rumit serta memerlukan waktu hingga berjam-jam.
Meskipun bahan utamanya tergolong sederhana seperti ketan, gula merah, santan, dan kelapa parut, kombinasi tekstur kenyal dan rasa legitnya memberikan keistimewaan tersendiri saat disantap.
Dulu, hidangan manis ini menjadi sajian wajib dalam perayaan Idul Fitri maupun pesta pernikahan masyarakat setempat.
Namun, akibat proses pengolahan yang menuntut stamina prima karena adonan harus diaduk tanpa henti di atas tungku kayu, jumlah perajin dodol tradisional sekarang mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Bagi kamu yang lahir di tahun sembilan puluhan, jajanan SD satu ini tentu sudah sangat familiar, bukan?
Ciri khas utama dari adonan tepung beras dan gula ini adalah aroma pandannya yang begitu harum.
Kue ape menyuguhkan perpaduan tekstur yang unik, yaitu renyah di bagian pinggiran serta lembut pada bagian tengahnya yang menonjol dan berbentuk bundar pipih.
Walaupun menawarkan cita rasa yang manis sekaligus gurih, keberadaan pedagang gerobak kue ape kini kian langka dan makin sulit dijumpai setiap hari di pasar tradisional maupun area sekitar sekolah di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fimela