Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

Aksi "Rayap Besi" di Sunter Berakhir di Balik Jeruji, Bina Marga DKI Jakarta Ingatkan Bahaya Jembatan Ambruk

Author

Aksi Pencurian Besi di Sebuah Jembatan Kawasan Sunter (Istimewa)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan melintasi sebuah jembatan yang ternyata komponen penyangganya sedang dipreteli satu per satu oleh orang tak bertanggung jawab?

Bayangan mengerikan tentang keselamatan publik ini nyaris menjadi kenyataan di Jakarta Utara.

Fenomena pencurian aset publik atau yang kerap dijuluki "rayap besi" kembali menjadi sorotan tajam warganet dan pemerintah provinsi.

Bukan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di tengah malam, aksi nekat ini justru terjadi di siang bolong saat aktivitas warga sedang padat, seolah menantang hukum dan mengabaikan nyawa ribuan pengendara yang melintas setiap harinya.

Kejadian yang viral di media sosial ini akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian bergerak cepat meringkus para pelaku, menyelamatkan sisa struktur jembatan yang belum sempat dijual ke penadah.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Target Kelar Bulan Ini!

Insiden ini bermula dari sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (10/2/2026) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria dengan santainya tengah berupaya mencuri komponen besi di Jembatan Sunter, Jakarta Utara.

Anehnya, yang membuat warganet geram adalah ketenangan pelaku saat melancarkan aksinya.

Meskipun kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sedang ramai lancar, pelaku seolah tidak peduli dengan tatapan pengendara yang lewat.

Aksi "rayap besi" ini dinilai sangat meresahkan karena menyasar fasilitas vital. Beruntung, viralnya video tersebut memicu respons cepat dari aparat keamanan.

Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok berhasil mengamankan para pelaku beserta sejumlah barang bukti potongan besi yang sempat mereka ambil.

Penangkapan ini menjadi peringatan keras bahwa perusakan fasilitas umum di Jakarta tidak akan ditoleransi.

Menanggapi kasus yang menyita perhatian publik ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta angkat bicara.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring intensif pasca-kejadian tersebut.

Menurutnya, isu ini tidak bisa dipandang sebelah mata hanya sebagai kasus pencurian biasa, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan warga Jakarta.

Siti menjelaskan bahwa setiap komponen pada jembatan, sekecil apa pun, memiliki fungsi struktural.

Hilangnya besi penyangga atau railing jembatan dapat mengubah distribusi beban dan kekuatan jembatan itu sendiri.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya perusakan dan pencurian fasilitas umum. Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini tentunya dapat mengganggu struktur bangunan yang ada serta berpotensi merugikan dan mengancam keamanan serta keselamatan masyarakat,” ujar Siti dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Transjabodetabek B51 Rute Cawang-Cikarang Resmi Beroperasi, Tarif Mulai Rp2.000!

Bayangkan jika struktur utama jembatan melemah akibat ulah oknum ini.

Risiko jembatan ambruk atau pengendara terperosok menjadi ancaman nyata yang bisa memakan korban jiwa.

Selain ancaman keselamatan, aksi "rayap besi" ini tentu menimbulkan kerugian negara.

Siti menyebutkan bahwa saat ini pihak Dinas Bina Marga sedang dalam proses penghitungan total kerugian aset akibat pencurian tersebut.

Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas baru atau perbaikan jalan berlubang, terpaksa harus dialihkan untuk memperbaiki kerusakan akibat vandalisme dan pencurian ini.

Hilangnya aset berupa struktur jembatan ini menjadi "pekerjaan rumah" tambahan bagi Pemprov DKI Jakarta.

Pengawasan aset di kota metropolitan sebesar Jakarta memang memiliki tantangan tersendiri, namun peran serta teknologi seperti CCTV dan laporan warga menjadi kunci vital.

Kasus di Sunter ini menjadi momentum bagi Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk kembali mengingatkan kamu dan seluruh warga Jakarta akan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas umum.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam mengawasi setiap jengkal infrastruktur di ibu kota.

Baca juga: Atasi Banjir dan Urai Kemacetan, Pemkot Jaksel Prioritaskan 73 Usulan di Musrenbang 2026 Kecamatan Pesanggrahan

“Dengan kepedulian dan kerja sama kita bersama, fasilitas umum dapat tetap terawat, sehingga Jakarta tetap menjadi kota yang nyaman, indah, dan aman,” tandas Siti.

Jadi, jika kamu melihat gerak-gerik mencurigakan di sekitar fasilitas umum, seperti orang yang memukul-mukul tiang jembatan atau membawa alat potong besi di area yang tidak seharusnya, jangan ragu untuk merekam dan melaporkannya ke pihak berwajib atau melalui kanal pengaduan resmi Pemprov DKI.

Kepedulian kamu bisa menyelamatkan nyawa banyak orang dari bahaya jembatan ambruk. Mari kita persempit ruang gerak para "rayap besi" demi Jakarta yang lebih aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU