Atasi Banjir Langganan, Pengerukan Kali Mati Jadi Prioritas Utama Musrenbang 2026 Kecamatan Tebet
JAKARTA - Masalah banjir sering kali menjadi "tamu tak diundang" yang paling meresahkan bagi warga Jakarta, khususnya di wilayah yang dilewati aliran sungai besar.
Bagi kamu yang tinggal di sekitar Tebet hingga Manggarai, genangan air saat musim hujan bukan lagi cerita baru, melainkan rutinitas yang melelahkan.
Namun, ada kabar segar yang membawa angin optimisme bagi warga Jakarta Selatan.
Dalam upaya memutus siklus banjir tahunan ini, pengerukan Kali Mati di Kelurahan Manggarai resmi ditetapkan sebagai salah satu usulan prioritas tertinggi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tebet tahun 2026.
Langkah ini dinilai sebagai solusi kunci untuk mengatasi sumbatan aliran air yang selama ini menghantui wilayah tersebut.
Baca juga: Dominasi Usulan Fisik dan Olahraga Warnai Musrenbang Kelurahan Baru Tahun 2026
Musrenbang Kecamatan Tebet yang digelar pada Rabu (11/2/2026) menjadi panggung penting bagi aspirasi warga.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menegaskan bahwa forum ini adalah agenda rutin yang krusial, meskipun kini mengalami penyegaran istilah.
"Jika sebelumnya di tingkat RW disebut Rembuk RW, kini istilah tersebut berubah menjadi Aspirasi Masyarakat, termasuk pada tingkatan yang lebih tinggi," ujar Tomy di sela-sela kegiatan.
Perubahan istilah ini diharapkan tidak hanya sekadar ganti nama, melainkan membawa semangat baru dalam merealisasikan kebutuhan riil di lapangan.
Camat Tebet, Putut Puji Linangkung, memaparkan data yang cukup menarik.
Dari total 230 usulan yang masuk dari berbagai kelurahan, telah disaring menjadi empat usulan prioritas utama tingkat kecamatan.
Usulan ini merupakan hasil saringan ketat di luar usulan lingkungan masing-masing kelurahan, yang artinya, dampak dari usulan ini bersifat lintas wilayah dan sangat mendesak.
Sorotan utama jatuh pada kondisi Kali Mati. Putut menjelaskan bahwa aliran air ini memiliki peran vital karena memiliki percabangan menuju Kali Ciliwung serta sodetan di wilayah Kelurahan Manggarai.
Mengapa ini penting bagi kamu? Karena aliran ini menampung air kiriman dari wilayah Kalibata, melewati Tebet Barat dan Tebet Timur, hingga bermuara di Manggarai Selatan dan Bukit Duri.
"Usulan ini sebelumnya telah kami sampaikan dalam rapat tingkat kota, yaitu penanganan aliran air Kali Mati di Kelurahan Manggarai. Wilayah-wilayah tersebut kerap mengalami genangan karena aliran yang tidak optimal," ungkap Putut.
Dengan pengerukan ini, diharapkan kapasitas tampung air akan meningkat signifikan, sehingga genangan di pemukiman warga bisa diminimalisir.
Selain masalah air, perbaikan infrastruktur jalan dan saluran juga masuk dalam daftar mendesak.
Salah satunya adalah perbaikan saluran dan jalan di sepanjang Jalan Tebet Barat Dalam Raya.
Tidak ketinggalan, perbaikan turap Saluran Penghubung (PHB) Sawokecik yang rusak akibat desakan akar pohon juga menjadi atensi khusus demi mencegah longsor dan penyumbatan.
Meski pembangunan fisik mendominasi sekitar 80 persen usulan isu pembangunan manusia tidak serta merta dilupakan.
Tomy Fudihartono berharap ke depannya usulan nonfisik seperti pelatihan keterampilan dan pendidikan bisa lebih ditingkatkan.
Namun, ada satu isu kesehatan yang menjadi sorotan tajam Camat Tebet dalam Musrenbang kali ini, yaitu penanganan stunting.
Data terbaru tahun 2026 menunjukkan angka yang masih perlu perhatian serius.
"Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 99 balita mengalami stunting. Kami telah melakukan berbagai upaya, tetapi hal ini tetap memerlukan perhatian bersama," tegas Putut.
Angka ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya gedung dan mulusnya jalan di Jakarta Selatan, pemenuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak, memberikan apresiasi kepada Suku Dinas teknis yang telah bekerja keras merealisasikan usulan warga, baik untuk tahun ini maupun perencanaan tahun depan.
Lazarus, yang mengaku kerap turun langsung mengikuti Forum Kelurahan, memahami betul dinamika di lapangan.
Ia menyoroti satu kendala klasik yang sering membuat usulan warga mentok, yakni status aset.
"Memang masih ada usulan warga yang belum diakomodir karena lokasi bukan merupakan aset pemerintah," jelas Lazarus.
Kendati demikian, sebagai wakil rakyat, ia memastikan telah melakukan peninjauan lapangan dan menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada pihak terkait agar dicarikan solusi alternatif.
Musrenbang Kecamatan Tebet tahun ini bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan harapan bagi warga.
Dengan diprioritaskannya pengerukan Kali Mati dan penanganan stunting, diharapkan wajah Tebet dan Manggarai di masa depan akan lebih bebas banjir dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Baca juga: Pemkot Jakarta Barat Desak Optimalisasi Usulan Musrenbang Tahun 2026
Kini, tugas kamu sebagai warga adalah ikut mengawal agar usulan-usulan manis ini benar-benar terealisasi di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta