Musrenbang 2026 di Kelurahan Baru, Jakarta Timur (Nurito/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana sebuah lingkungan bisa berubah menjadi lebih rapi, jalannya mulus, atau memiliki fasilitas olahraga yang memadai?
Semua perubahan tersebut bermula dari sebuah ruang diskusi strategis yang disebut Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Hal ini merupakan momen krusial di mana suara warga didengar dan kebutuhan lingkungan dipetakan. Hal inilah yang baru saja berlangsung di Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pada hari Senin (9/2/2026) , puluhan usulan prioritas dibedah demi menata kawasan tersebut agar lebih baik di masa depan.
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi.
Dalam forum tersebut, tercatat sebanyak 42 usulan aspirasi masyarakat yang masuk ke meja pembahasan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari harapan warga Kelurahan Baru untuk mendapatkan peningkatan kualitas hidup, baik dari segi infrastruktur fisik maupun pengembangan sumber daya manusia.
Dalam proses perencanaan pembangunan daerah, ketelitian administrasi adalah hal yang mutlak.
Fauzi menegaskan bahwa dari total 42 usulan yang diajukan, tidak semuanya lolos verifikasi sistem.
Terdapat satu usulan yang terpaksa dibatalkan atau ditolak, sehingga menyisakan 41 usulan yang akan diteruskan ke tingkat selanjutnya.
Penolakan satu usulan tersebut memberikan pelajaran penting mengenai prosedur penginputan data.
Usulan yang dimaksud berkaitan dengan pengadaan Alat Permainan Edukasi (APE).
Secara teknis, usulan ini seharusnya diajukan melalui jalur Rukun Warga (RW). Namun, dalam pelaksanaannya, usulan tersebut justru diinput oleh pihak Posyandu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta