Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026
JAKARTA - Warga Jakarta Selatan, khususnya yang bermukim di sekitar area Pasar Minggu, tentu sudah sangat akrab dengan kecemasan yang muncul setiap kali langit mulai mendung dan musim hujan tiba.
Masalah genangan air dan luapan saluran penghubung sering kali menghambat aktivitas harian dan merugikan warga.
Namun, sebuah kabar angin segar baru saja berhembus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Solusi nyata untuk mengatasi masalah menahun tersebut kini sedang dikerjakan tepat di depan mata.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung ke lapangan pada Jumat (30/1/2026) untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur pengendali banjir terbaru yang sangat dinantikan ini.
Bang Doel, sapaan akrab Rano Karno, menyambangi lokasi pembangunan Embung Kebagusan yang terletak strategis di belakang Apartemen Kebagusan City, tepatnya di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa proyek vital tersebut berjalan sesuai timeline yang ditetapkan.
Rano membawa optimisme tinggi bahwa infrastruktur ini akan menjadi jawaban atas keluhan warga selama ini terkait banjir.
Target Penyelesaian dan Spesifikasi Lahan Jumbo
Dalam tinjauan lapangannya, Rano Karno menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus menambah dan meningkatkan fasilitas pengendalian air di ibu kota.
Ia memberikan target yang jelas dan tegas mengenai penyelesaian proyek ini.
Rano memastikan bahwa seluruh proses konstruksi ditargetkan rampung total pada bulan Desember nanti.
Artinya, jika semua berjalan lancar, awal tahun depan warga Kebagusan sudah bisa merasakan dampak positif dari keberadaan embung ini.
Proyek ini berdiri di atas lahan yang cukup luas, yakni total mencapai 2,3 hektare. Pemanfaatan lahan seluas ini dirancang dengan sangat matang untuk memaksimalkan fungsinya.
Rano menjabarkan bahwa mayoritas lahan, yakni sekitar 1,8 hektare, akan didedikasikan sebagai area biru atau badan air utama yang berfungsi menampung limpahan hujan.
Sementara itu, sekitar 0,7 hektare sisanya akan disulap menjadi area hijau yang asri.
Kombinasi antara area biru dan hijau ini menunjukkan pendekatan modern dalam pembangunan infrastruktur kota yang tidak hanya mementingkan fungsi teknis, tetapi juga keseimbangan ekologis.
Hal yang paling menarik dari proyek Embung Kebagusan ini adalah konsep multifungsinya. Rano Karno tidak ingin tempat ini hanya menjadi kolam raksasa yang sepi dan tertutup.
Sisa lahan yang dimanfaatkan sebagai fasilitas pelengkap akan diubah menjadi ruang publik yang ramah bagi kamu dan keluarga.
Rencananya, di area sekitar embung akan dibangun taman yang indah, tempat bermain anak yang aman, hingga lapangan sepak bola mini.
Konsep ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang humanis.
Bayangkan, selain terbebas dari ancaman banjir, kamu nantinya bisa jogging di sore hari atau menemani anak-anak bermain bola dengan latar belakang pemandangan air yang menyejukkan.
Hal ini menjadi upaya pemerintah untuk memberikan nilai tambah bagi aset daerah, sehingga infrastruktur pengendali banjir juga bisa berfungsi sebagai destinasi rekreasi warga lokal yang murah dan mudah dijangkau.
Dampak Signifikan pada Debit Air dan Kolaborasi Air Bersih
Secara teknis, fungsi utama Embung Kebagusan adalah untuk meminimalisir dampak luapan dari Saluran Penghubung (Phb) Jalan Joe yang selama ini kerap memicu genangan di kawasan sekitar.
Dengan kedalaman yang direncanakan antara tiga hingga empat meter, embung ini memiliki kapasitas tampung yang mumpuni.
Rano menyebutkan bahwa kehadiran embung ini diprediksi mampu mereduksi debit air di Saluran Phb Joe secara signifikan, yakni menurunkan debit dari 30,7 meter kubik per detik menjadi sekitar 29 meter kubik per detik.
Penurunan angka ini sangat krusial untuk mencegah air meluap ke jalanan dan pemukiman warga saat curah hujan tinggi.
Namun, visi Rano Karno tidak berhenti pada penanggulangan banjir semata. Ia berpikir jauh ke depan mengenai keberlanjutan sumber daya air di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Rano mengungkapkan pesan khususnya kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) agar berkolaborasi erat dengan Perseroda PAM Jaya.
Tujuannya sangat mulia, yakni agar air yang tertampung di dalam embung tidak dibiarkan begitu saja, melainkan diolah dan dimanfaatkan sebagai sumber air baku.
Rano menekankan bahwa setiap embung yang dibangun harus dikerjasamakan dengan PDAM.
Dengan strategi ini, air dari embung nantinya bisa disalurkan sebagai air bersih ke rumah-rumah warga.
Jadi, selain menyelamatkan wilayah dari banjir, proyek ini juga berpotensi menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kebagusan dan sekitarnya.
Sebuah solusi ganda yang sangat cerdas untuk dua masalah utama ibu kota.
Baca juga: Jakarta Tegas Kendalikan Tembakau, Rano Karno: Perda KTR Resmi Disahkan Demi Kesehatan Warga
Pembangunan Embung Kebagusan adalah bukti nyata bahwa pembenahan Jakarta terus berlanjut. Kini, harapan warga Pasar Minggu untuk bebas dari banjir semakin dekat dengan kenyataan.
Kita doakan saja agar proyek ini berjalan lancar hingga akhir tahun nanti.
Apakah menurutmu pembangunan embung yang dilengkapi fasilitas olahraga seperti ini perlu diperbanyak di wilayah Jakarta lainnya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta