Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, dalam Muker PMI DKI Jakarta (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)
JAKARTA - Ancaman bencana alam maupun non-alam sering kali datang tanpa permisi dan di luar prediksi manusia.
Di tengah dinamika pembangunan Jakarta yang terus bergerak cepat, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak kerugian dan korban jiwa.
Hal inilah yang menjadi sorotan utama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat memberikan arahan strategis kepada jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta.
Dalam menghadapi tantangan masa depan, Rano menegaskan bahwa penyusunan program kerja tidak boleh hanya sebagai rutinitas administratif, melainkan harus berbasis pada respons cepat terhadap situasi darurat yang tak terduga.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Rano Karno saat menghadiri dan membuka Musyawarah Kerja (Muker) PMI DKI Jakarta yang berlangsung pada hari Rabu (28/1/2026).
Bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, acara ini menjadi momentum krusial bagi organisasi kemanusiaan tersebut untuk merumuskan langkah taktis setahun ke depan.
Kehadiran orang nomor dua di Jakarta ini memberikan sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi menaruh harapan besar pada PMI sebagai garda terdepan dalam penanganan krisis kemanusiaan di ibu kota.
Dalam sambutannya, Rano Karno mengingatkan bahwa meskipun data dan perencanaan adalah fondasi yang penting, karakteristik bencana yang fluktuatif menuntut fleksibilitas yang tinggi.
Ia menekankan bahwa tidak ada satu pun pihak yang bisa memprediksi secara presisi kapan dan di mana musibah akan terjadi.
Oleh karena itu, mentalitas "siap sedia" harus tertanam kuat dalam setiap elemen PMI.
Rano menuturkan bahwa rencana kerja memang biasanya sudah memiliki basis data, namun variabel bencana adalah sesuatu yang tidak bisa diketahui sebelumnya.
Kewaspadaan ini menjadi semakin relevan mengingat posisi geografis dan kondisi demografis Jakarta yang rentan.
Rano menekankan bahwa musyawarah kerja ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyusun skenario-skenario mitigasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta