Kamis, 29 JANUARI 2026 • 17:41 WIB

Sekko Jakpus Ajak Mahasiswa Berantas Korupsi: Tekankan Kejujuran dan Integritas demi Masa Depan Bangsa

Author

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Pusat, Denny Ramdany (Folmer/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasa geram saat mendengar berita tentang kasus korupsi yang seolah tidak ada habisnya di negeri ini?

Rasanya ingin sekali melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan, namun sering kali bingung harus memulai dari mana.

Padahal, sebagai mahasiswa, kamu memiliki kekuatan besar yang sering kali tidak disadari.

Suara, pemikiran kritis, dan idealisme yang kamu miliki adalah senjata paling ampuh untuk memutus rantai praktik kotor tersebut.

Korupsi bukanlah sekadar masalah hukum yang menjadi urusan polisi atau KPK semata, melainkan musuh bersama yang membutuhkan peran aktif dari generasi penerus seperti kamu.

Baca juga: Pertama di Dunia! Pemprov DKI Jakarta Gandeng YouTube Guna Perkuat Pendidikan dan Kesehatan Mental di Era Digital

Pesan kuat inilah yang digaungkan oleh Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdany, dalam sebuah kesempatan istimewa bersama para mahasiswa.

Denny mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tidak hanya diam menyaksikan, tetapi turun tangan mengambil peran aktif dalam memberantas korupsi.

Ajakan ini ia sampaikan dengan penuh semangat saat memberikan sambutan pada seminar nasional dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-15 Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK) Institut Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada hari Kamis (29/1/2026).

Peran Vital Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Dalam pidatonya, Denny menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada pundak para penegak hukum.

Ia menyoroti bahwa partisipasi seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama, dan di sinilah posisi mahasiswa menjadi sangat strategis.

Bagi Denny, mahasiswa bukan sekadar peserta didik di perguruan tinggi, melainkan adalah agent of change atau agen perubahan yang sesungguhnya.

Mahasiswa adalah representasi dari generasi muda yang masih memegang teguh idealisme dan belum terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan pragmatis yang merugikan.

Denny menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai dasar seperti integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sejak dini.

Nilai-nilai ini harus menjadi pondasi karakter kamu sebelum nantinya terjun ke dunia profesional atau pemerintahan.

Melalui forum diskusi seperti seminar nasional ini, Denny menaruh harapan besar agar lahir gagasan-gagasan segar dan inovatif dari para mahasiswa.

Ia berharap forum ini bukan hanya menjadi ajang bicara, melainkan awal dari komitmen bersama dan gerakan nyata yang mampu memperkuat budaya anti korupsi, baik di lingkungan kampus, masyarakat luas, hingga ke level pemerintahan.

Selain mengajak mahasiswa bergerak, Denny juga memaparkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.

Ia menjelaskan bagaimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berbenah diri untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

Baca juga: DPRD DKI Minta Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadhan 2026 dan Dampak Program MBG

Salah satu langkah konkret yang sedang dan terus dilakukan adalah perbaikan sistem keuangan serta pengawasan yang ketat.

Pemprov DKI menyadari bahwa celah korupsi sering kali muncul dari sistem yang lemah dan pengawasan yang longgar.

Oleh karena itu, Denny mengungkapkan bahwa pihaknya terus berusaha membatasi berbagai peluang korupsi, sekecil apa pun itu, melalui penerapan teknologi.

Salah satu metode yang dinilai paling ampuh adalah penerapan transaksi non-tunai (cashless).

Dengan sistem ini, setiap aliran dana menjadi terekam secara digital, transparan, dan mudah dilacak, sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya penyelewengan dana atau pungutan liar.

Hal ini bukti komitmen Pemprov DKI dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih tanpa "uang pelicin".

Integritas Adalah Sebuah Perjuangan Panjang

Perjuangan melawan korupsi bukanlah lari sprint jarak pendek, melainkan sebuah lari maraton yang membutuhkan napas panjang dan konsistensi.

Denny mengingatkan kamu bahwa menjaga integritas di tengah godaan duniawi adalah tantangan yang berat.

Namun, hal itu harus tetap diperjuangkan demi masa depan yang lebih baik. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan integritas sebagai garis utama atau prinsip dasar dalam setiap langkah yang diambil.

Mewujudkan Jakarta dan Indonesia yang lebih maju, bersih, dan berkeadilan adalah cita-cita besar yang tidak bisa dicapai secara instan.

Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah yang bersih dan masyarakat yang kritis, khususnya mahasiswa yang berintegritas.

Ketika nilai kejujuran sudah tertanam kuat dalam diri setiap individu, maka budaya korupsi perlahan akan tergerus dan digantikan oleh budaya prestasi dan transparansi.

Mulai sekarang, jangan lagi berpikir bahwa memberantas korupsi adalah tugas orang lain.

Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang kamu lakukan hari ini. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda, Pemprov DKI Jakarta Resmi Imbau Perusahaan Tetapkan WFH dan Jam Kerja Fleksibel Demi Keselamatan

Mulailah dengan bersikap jujur dalam akademik, berani menyuarakan kebenaran, dan menolak segala bentuk ketidakjujuran di sekitarmu.

Mari kita jadikan integritas sebagai gaya hidup, bukan sekadar slogan. Apakah kamu siap menjadi bagian dari sejarah Indonesia yang bersih dan bebas korupsi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU