Rabu, 28 JANUARI 2026 • 08:51 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Sudirman-Thamrin Berlaku hingga Oktober 2026, Simak Jadwal Pengerjaan MRT Fase 2 Terbaru

Author

Dishub DKI Jakarta Menerapkan Rekayasa Lalin Sudirman-Thamrin (Aldi Geri Lumban Tobing/Berita Jakarta)

JAKARTA - Warga Jakarta dan para pengguna jalan yang melintas di jantung ibu kota kini harus kembali menyesuaikan kebiasaan berkendara mereka, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di malam hari.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) secara resmi mengumumkan penerapan rekayasa lalu lintas terbaru di kawasan strategis Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur transportasi massal yang sedang digenjot, yakni proyek MRT Jakarta Fase 2.

Penerapan rekayasa lalu lintas ini secara spesifik dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi vital pada Segmen CP-205.

Pekerjaan tersebut meliputi pengecoran untuk trackwork yang aksesnya dilakukan melalui Entrance 4 MRT Fase 2 CP-201.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda, Pemprov DKI Jakarta Resmi Imbau Perusahaan Tetapkan WFH dan Jam Kerja Fleksibel Demi Keselamatan

Bagi kamu yang sering melintas di depan Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, area inilah yang menjadi titik fokus pengerjaan.

Kebijakan pengaturan lalu lintas ini tidak bersifat sementara dalam jangka pendek, melainkan akan berlangsung cukup panjang, dimulai dari bulan Januari hingga Oktober 2026.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai jadwal dan skema pengaturan jalan menjadi sangat krusial bagi mobilitas warga.

Jadwal Operasional dan Lokasi Pengerjaan di Malam Hari

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memberikan penjelasan mendetail mengenai mekanisme rekayasa lalu lintas ini demi meminimalisir kebingungan di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas ini dirancang untuk mendukung kelancaran serta keselamatan, baik bagi para pekerja konstruksi maupun pengguna jalan raya.

Fokus utama pengerjaan memang sengaja diletakkan pada malam hingga dini hari untuk menghindari kemacetan parah di jam sibuk perkantoran.

Rekayasa lalu lintas ini akan berlaku setiap hari mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.

Pemilihan waktu ini dinilai paling efektif karena volume kendaraan di jalur protokol Sudirman-Thamrin cenderung menurun, sehingga dampak kemacetan dapat ditekan seminimal mungkin. 

Syafrin menjelaskan bahwa lokasi pengecoran trackwork yang dilakukan melalui Entrance 4 di Jalan M.H. Thamrin, tepatnya di depan Hotel Sari Pacific, akan menjadi pusat aktivitas alat berat.

Aktivitas konstruksi ini membutuhkan ruang gerak yang cukup luas dan sterilisasi area tertentu.

Hal ini dikarenakan adanya mobilitas keluar-masuk truk pengaduk beton atau mixer truck di sekitar lokasi proyek.

Kehadiran kendaraan berat di jalan protokol tentu memiliki risiko tersendiri jika tidak dikelola dengan manajemen lalu lintas yang ketat.

Oleh sebab itu, pada jam-jam operasional yang telah ditentukan tersebut, pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat mendekati area konstruksi.

Baca juga: Hadiri Peresmian Rumah Sakit Primaya di Cakung, Pramono Anung: Hospitality Kunci Layanan Kesehatan, Bukan Sekadar Teknologi Canggih

Manajemen Antrean Kendaraan Berat dan Larangan Parkir

Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian Dinas Perhubungan DKI Jakarta adalah manajemen antrean kendaraan proyek agar tidak memakan badan jalan yang dapat merugikan pengguna jalan umum.

Syafrin Liputo menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario khusus untuk menampung armada truk mixer yang menunggu giliran pengecoran.

Area tunggu dan antrean truk mixer telah ditetapkan lokasinya di kawasan Thamrin 10.

Penggunaan kawasan Thamrin 10 sebagai kantong parkir sementara bagi kendaraan proyek ini bertujuan untuk memastikan tidak ada truk yang parkir sembarangan di badan jalan utama.

Dishub DKI Jakarta memberlakukan larangan keras bagi kendaraan proyek untuk berhenti atau parkir di bahu jalan Jalan M.H. Thamrin maupun Jenderal Sudirman di luar area yang ditentukan.

Langkah tersebut diambil guna mencegah terjadinya penyempitan lajur atau bottleneck yang kerap menjadi biang keladi kemacetan panjang, bahkan di malam hari sekalipun.

Dengan sterilisasi badan jalan dari parkir liar kendaraan proyek, arus lalu lintas bagi masyarakat umum diharapkan tetap dapat mengalir dengan lancar meskipun ada pekerjaan besar yang sedang berlangsung.

Penyesuaian dengan Jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB)

Kabar baik bagi warga Jakarta yang gemar berolahraga di akhir pekan, proyek ini dipastikan tidak akan mengganggu agenda rutin mingguan kota.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah melakukan koordinasi intensif untuk menyesuaikan jadwal pekerjaan pengecoran dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day.

Syafrin memastikan bahwa pengerjaan konstruksi akan dihentikan atau disesuaikan waktunya agar tidak berbenturan dengan aktivitas warga di ruas Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman pada hari Minggu pagi.

Komitmen ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menyeimbangkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan kenyamanan ruang publik bagi masyarakat.

Ruas jalan yang biasanya dipenuhi oleh pelari dan pesepeda akan tetap aman dan bebas dari gangguan alat berat selama jam pelaksanaan HBKB.

Namun, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap sisa-sisa rambu proyek atau pembatas jalan yang mungkin masih terpasang di pinggir area kerja.

Syafrin Liputo kembali menekankan pentingnya kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, Komisi D DPRD DKI Desak Pemprov Perkuat Mitigasi dan Hapus Ego Sektoral

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas sementara yang dipasang di sekitar lokasi proyek dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.

Keselamatan adalah prioritas utama, dan ketaatan pengendara terhadap rekayasa lalu lintas ini adalah kunci suksesnya pembangunan MRT Fase 2 yang nantinya akan menjadi kebanggaan transportasi publik warga Jakarta di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU