Rabu, 21 JANUARI 2026 • 09:58 WIB

Tembus 2,4 Juta Pengunjung, Ini Rahasia Kota Tua Jakarta Tetap Jadi Primadona Wisata Sepanjang Tahun 2025

Author

Kota Tua Jakarta (Aldi Geri Lumban Tobing/Berita Jakarta)

JAKARTA - Daya tarik kawasan bersejarah di jantung ibu kota tampaknya tidak pernah pudar termakan zaman.

Kota Tua Jakarta, dengan segala pesona arsitektur kolonial dan denyut nadi kebudayaannya, kembali membuktikan diri sebagai magnet utama pariwisata sepanjang tahun 2025. 

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh pengelola kawasan, situs warisan sejarah ini berhasil mencatatkan angka kunjungan yang fantastis, yakni mencapai total 2.413.445 pengunjung.

Angka tersebut menjadi sebuah bukti nyata bahwa revitalisasi dan strategi pengelolaan yang diterapkan di kawasan ini telah membuahkan hasil yang manis, sekaligus mengukuhkan posisi Kota Tua sebagai destinasi wisata sejarah nomor satu di Jakarta.

Pencapaian luar biasa ini mencerminkan lonjakan besar dalam sektor pariwisata Jakarta pasca-transformasi kota.

Baca juga: Dramatis! 70 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Tahu Petukangan Utara

Jika membedah data tersebut lebih dalam, terlihat dominasi kuat dari wisatawan domestik yang mencapai angka 2,3 juta orang. 

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya, masih menjadikan Kota Tua sebagai destinasi favorit untuk menghabiskan waktu luang, belajar sejarah, atau sekadar menikmati suasana kota tempo dulu.

Namun, pesona Kota Tua juga telah melintasi batas negara. Tercatat lebih dari 67.000 wisatawan mancanegara turut memadati kawasan ini sepanjang tahun lalu, menikmati eksotisme tropis berbalut sejarah kolonial yang unik.

Strategi Aktivasi Kawasan yang Memikat

Keberhasilan Kota Tua mempertahankan posisinya sebagai pemimpin destinasi sejarah di Jakarta bukanlah sebuah kebetulan semata.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dalam meningkatkan fasilitas penunjang dan kualitas layanan bagi para pengunjung.

Dalam pernyataannya pada Rabu (21/1/2026), Denny mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme publik yang begitu tinggi.

Menurutnya, lonjakan pariwisata sepanjang tahun 2025 ini merefleksikan keberhasilan strategi yang mereka terapkan, di mana kenyamanan dan pengalaman pengunjung menjadi prioritas utama.

Salah satu kunci utama atau "nyawa" dari strategi Kota Tua adalah aktivasi kawasan melalui berbagai acara yang dikurasi dengan cermat.

Pengelola tidak membiarkan gedung-gedung tua tersebut berdiri bisu sebagai monumen mati.

Sebaliknya, mereka menyuntikkan kehidupan melalui berbagai program sejarah dan kegiatan komunitas yang konsisten. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa wisatawan tidak bosan untuk datang kembali. 

Aktivasi area ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang dinamis, sehingga setiap kunjungan bisa menawarkan cerita yang berbeda.

Jaminan kualitas layanan juga menjadi faktor krusial untuk memberikan pengalaman wisata yang bebas hambatan dan menyenangkan bagi siapa saja yang datang.

Menjaga Kualitas Ruang Publik

Lebih jauh lagi, Denny menyoroti pentingnya perencanaan yang tertata dan ruang publik yang ramah pengunjung dalam meningkatkan standar kawasan Kota Tua.

Baca juga: Transjakarta Rute Harapan Indah-Pulo Gadung Tambah Halte Baru, Cek Detailnya di Sini

Di tengah padatnya Jakarta, keberadaan ruang terbuka yang aman, nyaman, dan estetik menjadi barang mewah yang dicari banyak orang.

Pendekatan yang diambil oleh UPK Kota Tua saat ini lebih menitikberatkan pada kualitas dibandingkan sekadar kuantitas.

Tujuannya adalah memastikan pertumbuhan kawasan tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dengan menata pedagang kaki lima, menjaga kebersihan, serta memperbaiki infrastruktur pedestrian, Kota Tua bertransformasi menjadi ruang yang lebih manusiawi dan inklusif.

Upaya ini sejalan dengan visi besar Jakarta untuk menjadi Kota Global atau Global City.

Dengan menjaga momentum melalui aktivasi yang konsisten dan peningkatan layanan yang berkelanjutan, para pejabat terkait bertekad menghadirkan pengalaman kelas dunia di situs bersejarah ini.

Kota Tua bukan lagi sekadar tempat wisata lokal yang kumuh atau semrawut, melainkan sebuah destinasi yang siap bersaing dengan situs warisan dunia lainnya di mancanegara.

Kolaborasi untuk Masa Depan Warisan Budaya

Ke depannya, semangat kolaborasi akan terus digalakkan. Denny menambahkan bahwa dengan menggandeng berbagai mitra strategis, pihaknya bertujuan untuk menjaga agar panggung budaya di Kota Tua tetap hidup dan bergejolak.

Kota Tua diproyeksikan bukan hanya sebagai destinasi liburan semata, melainkan sebuah ruang temu di mana warga lokal dan pelancong global dapat benar-benar terhubung.

Interaksi budaya yang terjadi di pelataran Museum Fatahillah atau di lorong-lorong gedung tua diharapkan dapat memperkaya pengalaman setiap individu yang berkunjung.

Dengan torehan prestasi di tahun 2025 ini, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan dan bahkan meningkatkan standar tersebut di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Kabar Gembira! Gubernur Pramono Anung Siapkan Rute Transjabodetabek Langsung Bandara-Blok M dan Cawang-Jababeka

Namun, melihat antusiasme jutaan orang yang telah menjejakkan kaki di sana, masa depan Kota Tua Jakarta tampak cerah sebagai ikon kebanggaan bangsa yang tak lekang oleh waktu.

Bagi kamu yang belum sempat berkunjung tahun lalu, keramaian dan keindahan sejarah Kota Tua masih setia menanti untuk dieksplorasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU